Musthofa Tak Akan Lari Jika Tidak Direkomendasi sebagai Cagub
Kamis, 24 Agustus 2017 21:37 WIB
Bupati Kudus Musthofa berfoto bersama para pelari yang akan meramaikan ajang Kaskus Kudus Half Marathon 2017, usai konferensi pers di Semarang, Kamis (24/8) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)
Semarang, ANTARA JATENG - Bupati Kudus Musthofa berjanji tidak akan lari ke partai politik lainnya jika tidak mendapatkan rekomendasi sebagai calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.
"Saya tidak akan lari ke sana kemari. Sebagai petugas partai, saya patuh pada yang diperintahkan partai," katanya, usai konferensi pers "Kaskus Kudus Half Marathon" di Hotel Crowne Plaza Semarang, Kamis.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus itu merupakan salah satu dari sekian pendaftar bakal calon gubernur pada Pilgub Jateng 2018 dalam penjaringan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.
Musthofa menceritakan selama ini sudah tiga kali mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, yakni pertama pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kudus pada 2003 meski tidak menjadi pemenang.
Namun, ia tetap setia dengan PDI Perjuangan hingga mendapatkan rekomendasi kedua pada Pilkada Kudus 2008 yang berhasil dimenanginya, dan ketiga pada pilkada 2013 yang membuatnya menjadi Bupati Kudus sampai sekarang.
"Kalau nanti (di Pilgub Jateng 2018) tidak mendapatkan rekomendasi, ya tidak apa-apa. Politik itu bagi saya adalah amanah. Sudah 10 tahun ini jadi Bupati Kudus," katanya.
Sebagai kader partai, Musthofa menegaskan akan tetap menjunjung tinggi budaya di PDI Perjuangan, di antaranya menunggu perintah dari ketua umum meski sebagai kader memiliki keinginan dan cita-cita.
"Saya siap melaksanakan perintah. Ya, saya tetap ikhtiar bagaimana supaya dapat rekomendasi, namun kalau tidak dapat rekomendasi, ya, enggak apa-apa. Secara struktural ikuti aturan partai," pungkasnya.
"Saya tidak akan lari ke sana kemari. Sebagai petugas partai, saya patuh pada yang diperintahkan partai," katanya, usai konferensi pers "Kaskus Kudus Half Marathon" di Hotel Crowne Plaza Semarang, Kamis.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus itu merupakan salah satu dari sekian pendaftar bakal calon gubernur pada Pilgub Jateng 2018 dalam penjaringan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.
Musthofa menceritakan selama ini sudah tiga kali mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan, yakni pertama pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kudus pada 2003 meski tidak menjadi pemenang.
Namun, ia tetap setia dengan PDI Perjuangan hingga mendapatkan rekomendasi kedua pada Pilkada Kudus 2008 yang berhasil dimenanginya, dan ketiga pada pilkada 2013 yang membuatnya menjadi Bupati Kudus sampai sekarang.
"Kalau nanti (di Pilgub Jateng 2018) tidak mendapatkan rekomendasi, ya tidak apa-apa. Politik itu bagi saya adalah amanah. Sudah 10 tahun ini jadi Bupati Kudus," katanya.
Sebagai kader partai, Musthofa menegaskan akan tetap menjunjung tinggi budaya di PDI Perjuangan, di antaranya menunggu perintah dari ketua umum meski sebagai kader memiliki keinginan dan cita-cita.
"Saya siap melaksanakan perintah. Ya, saya tetap ikhtiar bagaimana supaya dapat rekomendasi, namun kalau tidak dapat rekomendasi, ya, enggak apa-apa. Secara struktural ikuti aturan partai," pungkasnya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Gubernur: Borobudur Marathon masuk dalam Elite Label jadikan Jateng ikon marathon dunia
16 November 2025 17:35 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Presiden tegaskan penyelamatan keuangan bukti nyata negara kembalikan hak rakyat
13 May 2026 19:21 WIB