Ganjar: Harga Sembako Jelang Ramadhan Stabil
Jumat, 28 April 2017 16:35 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo dan jajaran TPID berkomitmen untuk mengendalikan harga komoditas pokok di Jawa Tengah (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)
Semarang, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan harga sembilan bahan kebutuhan pokok masih stabil menjelang bulan puasa, meski ada beberapa yang mulai memperlihatkan kenaikan.
"Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam dan bawang putih," katanya di Semarang, Jumat.
Dia mengatakan kenaikan harga bawang putih ini terjadi di Kota Semarang. Bahkan, pada hari ini kenaikan harga bawang putih mencapai 39,91 persen.
"Indikator harga bawang putih di aplikasi sihati sudah masuk ke warna merah, artinya sudah `warning`," katanya.
Terdapat tiga warna utama sebagai indikator yaitu warna biru artinya harga stabil, warna merah artinya harga naik, dan warna hijau artinya harga turun.
Oleh karena itu, pihaknya menilai jika saat ini ada pihak yang ingin melakukan impor bawang putih adalah momentum yang tepat. Dengan demikian, harga menjadi lebih stabil.
"Tetapi kami berupaya mencari di tempat lain dulu, kalau ada daerah lain yang melakukan panen, kami prioritaskan pasokan dari daerah yang melakukan panen ini," katanya.
Sementara itu, jika ada panen berlebih di daerah lain pihaknya berharap Perum Bulog melakukan pembelian. Dengan demikian, operasi pasar dapat dilakukan dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar.
"Yang jelas sebisa mungkin ketika ada peningkatan harga, kami akan langsung melakukan intervensi, salah satunya dengan memastikan pasokan berjalan lancar," katanya.
Pihaknya berharap dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari instansi terkait dapat memastikan pasokan lancar untuk menjaga kestabilan harga komoditas pokok di pasaran.
"Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam dan bawang putih," katanya di Semarang, Jumat.
Dia mengatakan kenaikan harga bawang putih ini terjadi di Kota Semarang. Bahkan, pada hari ini kenaikan harga bawang putih mencapai 39,91 persen.
"Indikator harga bawang putih di aplikasi sihati sudah masuk ke warna merah, artinya sudah `warning`," katanya.
Terdapat tiga warna utama sebagai indikator yaitu warna biru artinya harga stabil, warna merah artinya harga naik, dan warna hijau artinya harga turun.
Oleh karena itu, pihaknya menilai jika saat ini ada pihak yang ingin melakukan impor bawang putih adalah momentum yang tepat. Dengan demikian, harga menjadi lebih stabil.
"Tetapi kami berupaya mencari di tempat lain dulu, kalau ada daerah lain yang melakukan panen, kami prioritaskan pasokan dari daerah yang melakukan panen ini," katanya.
Sementara itu, jika ada panen berlebih di daerah lain pihaknya berharap Perum Bulog melakukan pembelian. Dengan demikian, operasi pasar dapat dilakukan dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar.
"Yang jelas sebisa mungkin ketika ada peningkatan harga, kami akan langsung melakukan intervensi, salah satunya dengan memastikan pasokan berjalan lancar," katanya.
Pihaknya berharap dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari instansi terkait dapat memastikan pasokan lancar untuk menjaga kestabilan harga komoditas pokok di pasaran.
Pewarta : Aris Wasita
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng sebut investasi padat karya jadi prioritas investasi wilayah
27 August 2026 20:59 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB