Ini Alasannya, Uber Terancam Dihapus dari App Store
Senin, 24 April 2017 18:59 WIB
Ilustrasi - transportasi online, Uber (ANTARANews/Arindra Meodia)
Jakarta (ANTARA News) - Pada 2015, CEO Apple Tim Cook bertemu dengan CEO Uber Travis Kalanick di markas besar Apple. Dalam pertemuan tersebut Cook menjelaskan bahwa Apple tidak menyukai fitur tersembunyi dari aplikasi Uber yang mampu mengidentifikasi dan menandai anggota Uber mana yang menggunakan iPhone.
Awalnya, hal itu tidak diketahui oleh insinyur Apple karena kemampuan fitur tersembunyi dari perusahaan
teknologi itu. Bahkan setelah aplikasi tersebut dihapus dari iPhone, pengguna masih akan dapat ditandai. Hal tersebut melanggar peraturan anti-penipuan milik Apple.
Akhirnya, Apple menemukan tipu muslihat itu. CEO Apple Tim Cook bersikap tegas dengan meminta Uber
untuk segera berhenti melanggar peraturan Apple tersebut.
Cook menjelaskan dengan pasti bahwa jika Uber tidak berhenti menandai pengguna iPhone, dia akan menghapus aplikasi Uber dari App Store.
Menghadapi kemungkinan kehilangan akses dari jutaan pengguna iPhone di seluruh dunia, Kalanick sepakat untuk menghentikan pelacakan handset Apple iPhone.
Uber mengatakan bahwa alasanya menandai pengguna iPhone adalah untuk mencegah kecurangan.
Di China, unit iPhone curian akan dihapus data-datanya dan kemudian dijual kembali. Beberapa pengemudi Uber yang tidak jujur kemudian akan membuat akun palsu dari handset yang dicuri, dan membuat pesanan tumpangan dari akun palsu tersebut.
Dengan menggunakan proses yang disebut "sidik jari", Uber bisa mengidentifikasi iPhone bahkan saat memorinya sudah dihapus. Dan, karena langkah ini melanggar peraturan Apple, Uber membuat orang-orang dalam Cupertino tidak dapat menemukan apa yang telah dilakukan Uber.
Uamun,karyawan Apple di luar kantor pusat menemukan kode "sidik jari" yang menyulut pertarungan antara Tim Cook dan Travis Kalanick.
Akhirnya, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Apple meminta Uber untuk menghapus fitur tersebut, dan aplikasi Uber tetap berada di App Store Apple, demikian Phone Arena.
Awalnya, hal itu tidak diketahui oleh insinyur Apple karena kemampuan fitur tersembunyi dari perusahaan
teknologi itu. Bahkan setelah aplikasi tersebut dihapus dari iPhone, pengguna masih akan dapat ditandai. Hal tersebut melanggar peraturan anti-penipuan milik Apple.
Akhirnya, Apple menemukan tipu muslihat itu. CEO Apple Tim Cook bersikap tegas dengan meminta Uber
untuk segera berhenti melanggar peraturan Apple tersebut.
Cook menjelaskan dengan pasti bahwa jika Uber tidak berhenti menandai pengguna iPhone, dia akan menghapus aplikasi Uber dari App Store.
Menghadapi kemungkinan kehilangan akses dari jutaan pengguna iPhone di seluruh dunia, Kalanick sepakat untuk menghentikan pelacakan handset Apple iPhone.
Uber mengatakan bahwa alasanya menandai pengguna iPhone adalah untuk mencegah kecurangan.
Di China, unit iPhone curian akan dihapus data-datanya dan kemudian dijual kembali. Beberapa pengemudi Uber yang tidak jujur kemudian akan membuat akun palsu dari handset yang dicuri, dan membuat pesanan tumpangan dari akun palsu tersebut.
Dengan menggunakan proses yang disebut "sidik jari", Uber bisa mengidentifikasi iPhone bahkan saat memorinya sudah dihapus. Dan, karena langkah ini melanggar peraturan Apple, Uber membuat orang-orang dalam Cupertino tidak dapat menemukan apa yang telah dilakukan Uber.
Uamun,karyawan Apple di luar kantor pusat menemukan kode "sidik jari" yang menyulut pertarungan antara Tim Cook dan Travis Kalanick.
Akhirnya, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Apple meminta Uber untuk menghapus fitur tersebut, dan aplikasi Uber tetap berada di App Store Apple, demikian Phone Arena.
Pewarta : Antaranews
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
700 pegawai non-ASN Pemkab Kudus terancam diputus kontrak, ini penyebabnya
03 February 2025 19:40 WIB, 2025
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB