Purwokerto, ANTARA JATENG - Ratusan orang dari berbagai instansi dan organisasi kemasyarakatan menggelar aksi Bersih Sungai di Sungai Kranji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Aksi yang dilaksanakan pada Jumat pagi itu melibatkan personel TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak, Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Serayu-Citanduy, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Forum Masyarakat Peduli Sungai, Pramuka, pelajar, dan beberapa organisasi lain.

Dalam aksi tersebut, massa memunguti sampah di sepanjang bantaran Sungai Kranji termasuk menyingkirkan ranting pohon maupun bambu yang sekiranya mengganggu aliran air.

Kepala DPU Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan aksi "Bersih Sungai" digelar dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2017.

"Pengelolaan air terutama yang di sungai itu tidak hanya masalah kewajiban pemerintah karena sungai merupakan budaya masyarakat sehingga kami akan mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikirnya agar lebih mencintai air terutama air sungai," katanya.

Menurut dia, upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara bersama-sama melakukan kegiatan bersih sungai dan melakukan pengamanan sempadan sungai.

Dia mengatakan aksi "Bersih Sungai" yang melibatkan berbagai elemen masyarakat itu dilakukan sejauh 3 kilometer dan terbagi atas beberapa zona.

Sementara itu, anggota Dewan Sumber Daya Air Jawa Tengah, Eddy Wahono mengatakan saat ini, kondisi Sungai Kranji sudah terkontaminasi limbah terutama yang berasal dari rumah tangga.

"Oleh karena itu, perlu ada instalasi pengolaan air limbah komunal di masing-masing RT yang berada di sepanjang� Sungai Kranji," katanya.

Selain itu, kata dia, perlu adanya penataan sempadan sungai sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Danau. ***3***

(U.KR-SMT/B/N002/N002) 07-04-2017 12:48:43