Semarang, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengusaha industri kecil menengah memanfaatkan fasilitas dari pemerintah berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar mancanegara.
"Fasilitas KITE IKM bisa menyelesaikan kendala-kendala yang selama ini dihadapi pengusaha kecil dalam meningkatkan daya saingnya," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa.
Menurut dia, pengusaha IKM di Jateng saat ini menghadapi kendala berupa kesulitan pengadaan bahan baku impor, mesin untuk modernisasi, serta fasilitas-fasilitas untuk kemudahan berusaha.
Kendati demikian, Ganjar menyebutkan bahwa pemerintah menghadapi tantangan dalam memberikan berbagai kemudahan bagi pengusaha berupa data usaha kecil menengah.
"Data UKM diperlukan untuk klastering, sebab sistem klaster akan memudahkan pemerintah dalam memberikan perlakuan dan dari sisi pengusaha kecil, mereka perlu diajarkan mengelola administrasi seperti izin usaha, serta pembukuan," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Pembukuan tersebut, kata Ganjar, merupakan bentuk modernisasi dari manajemen yang harus ada, sedangkan sebagai tanggung jawab pada negara pengusaha harus memenuhi kewajiban terkait pajak.
Seperti diwartakan, pemerintah meluncurkan fasilitas KITE untuk IKM guna mendorong peningkatan ekspor agar mampu bersaing di pasar mancanegara.
Peluncuran KITE IKM tersebut dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Sentra Kerajinan Tembaga Desa Tumang, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1).
Presiden Joko Widodo juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, tentang Pengembangan Industri Kecil dan IKM terkait pembiayaan penjaminan asuransi serta jasa konsultasi IKM berorientasi ekspor.
Presiden Jokowi mengatakan persaingan antara pengusaha dan negara semakin sengit, kompetisi juga berat karena ekonomi dunia yang semakin menurun.
Presiden Jokowi berharap dengan fasilitas KITE IKM tersebut dapat memberikan dorongan dan motivasi karena hal ini, jika berjalan degan baik paling tidak biaya produksi usaha kecil menengah bisa ditekan turun.
"Pengusaha besar sudah memiliki pusat logistik. Namun, IKM jika tidak diurus dengan baik, mereka akan kesulitan bersaing dengan negara lain," katanya.
Oleh karena itu, kata Presiden dengan fasilitas KITE IKM tersebut dapat diefisienkan sekitar 25 persen biaya produksi, antara lain harga bahan baku bisa membeli langsung, pajak impornya dihilangkan dan biaya masuk juga dihilangkan.
"Hal ini, jika dapat dimanfaatkan oleh IKM, akan terasa manfaatnya, artinya daya saing kita akan lebih baik," ujar Presiden Jokowi.
"Fasilitas KITE IKM bisa menyelesaikan kendala-kendala yang selama ini dihadapi pengusaha kecil dalam meningkatkan daya saingnya," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa.
Menurut dia, pengusaha IKM di Jateng saat ini menghadapi kendala berupa kesulitan pengadaan bahan baku impor, mesin untuk modernisasi, serta fasilitas-fasilitas untuk kemudahan berusaha.
Kendati demikian, Ganjar menyebutkan bahwa pemerintah menghadapi tantangan dalam memberikan berbagai kemudahan bagi pengusaha berupa data usaha kecil menengah.
"Data UKM diperlukan untuk klastering, sebab sistem klaster akan memudahkan pemerintah dalam memberikan perlakuan dan dari sisi pengusaha kecil, mereka perlu diajarkan mengelola administrasi seperti izin usaha, serta pembukuan," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Pembukuan tersebut, kata Ganjar, merupakan bentuk modernisasi dari manajemen yang harus ada, sedangkan sebagai tanggung jawab pada negara pengusaha harus memenuhi kewajiban terkait pajak.
Seperti diwartakan, pemerintah meluncurkan fasilitas KITE untuk IKM guna mendorong peningkatan ekspor agar mampu bersaing di pasar mancanegara.
Peluncuran KITE IKM tersebut dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Sentra Kerajinan Tembaga Desa Tumang, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (30/1).
Presiden Joko Widodo juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, tentang Pengembangan Industri Kecil dan IKM terkait pembiayaan penjaminan asuransi serta jasa konsultasi IKM berorientasi ekspor.
Presiden Jokowi mengatakan persaingan antara pengusaha dan negara semakin sengit, kompetisi juga berat karena ekonomi dunia yang semakin menurun.
Presiden Jokowi berharap dengan fasilitas KITE IKM tersebut dapat memberikan dorongan dan motivasi karena hal ini, jika berjalan degan baik paling tidak biaya produksi usaha kecil menengah bisa ditekan turun.
"Pengusaha besar sudah memiliki pusat logistik. Namun, IKM jika tidak diurus dengan baik, mereka akan kesulitan bersaing dengan negara lain," katanya.
Oleh karena itu, kata Presiden dengan fasilitas KITE IKM tersebut dapat diefisienkan sekitar 25 persen biaya produksi, antara lain harga bahan baku bisa membeli langsung, pajak impornya dihilangkan dan biaya masuk juga dihilangkan.
"Hal ini, jika dapat dimanfaatkan oleh IKM, akan terasa manfaatnya, artinya daya saing kita akan lebih baik," ujar Presiden Jokowi.