Solo (ANTARA) - Atlet Indonesia merasakan ketatnya persaingan pada kompetisi Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025 yang diselenggarakan di GOR Indoor Manahan Surakarta, Jawa Tengah, 29 Oktober-2 November 2025.
Ganda campuran SL 3 - SU 5 andalan Indonesia Hikmat Ramadani/Leani Ratri Oktila mengaku merasakan ketatnya kompetisi sejak awal pertandingan.
“Yang bisa main di sini hanya top 10, jadinya memang pemain-pemain top yang ada di Paralympic yang ada di sini,” katanya.
Ia membandingkan jika biasanya di event-event lain pemain ganda bisa lebih santai, untuk event kali para pemain sudah bertanding secara serius sejak awal kompetisi.
“Kami berusaha optimistis karena sudah berusaha latihan dengan maksimal,” katanya.
Pada hari ketiga ini Ratri harus menjalani empat pertandingan sekaligus. Selain ganda campuran, ia juga turun di Women Single SL 4 melawan perwakilan Brasil Ana Carolina Coutinho Reis. Lalu dua partai women double SL 3 - SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah melawan perwakilan India Manasi Girishchandra Joshi/Thulasimathi Murugesan dan perwakilan Brasil Mikaela Da Costa Almeida/Adriene Spinetti Avila.
"Di sini kami mainnya agak lebih banyak. Soalnya saya sudah absen satu dua kali event daripada yang lain. Jadi rankingnya turun, maka mainnya lebih dari yang lain. Main empat kali hari ini, nomor pertandingannya ada tiga cuma mainnya empat kali,” katanya.
Hikmat Ramadhani juga merasakan hal serupa. Ia mengatakan pertarungan turnamen level 1 cukup ketat karena lawan-lawannya berimbang membuat perjuangan mereka tidak mudah.
"Perjuangannya lebih kerasa, dari awal sudah improve juga. Kalau di level 2 saya bisa agak nyantai, tapi sekarang mulai dari awal sudah ngegas,” katanya.
Sementara itu, tim para bulu tangkis Indonesia memasang target untuk menjadi juara umum dalam ajang Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 tersebut.
Total ada 16 atlet terbaik yang menjadi wakil Indonesia dalam kejuaraan grade 2 level 1 ini.

