Ilmuwan Temukan Protein terkait Pengendalian Sakit
Rabu, 11 Januari 2017 12:24 WIB
- (Pixabay/3dman_eu)
Seoul Antara Jateng - Sekelompok ilmuwan medis Korea Selatan menemukan protein baru yang berhubungan dengan pengendalian rasa sakit dalam tubuh manusia, membuka gerbang baru untuk pengembangan obat penangkal rasa sakit.
Tim pimpinan Cheong Eun-ji dari Yonsei University mendapati bongkaran protein yang disebut anoctamin-2 (ANO2) dalam otak manusia meningkatkan respons nyeri nenurut Kementerian Ilmu Pengetahuan, ICT dan Perencanaan Masa Depan Korea Selatan.
Makalah tim peneliti menyebutkan bahwa, "Hasil ini mengindikasikan ANO2 berkontribusi menurunkan lonjakan generasi neuron TC sangat aktif dan dengan demikian membatasi transmisi informasi terus-menerus."
"Kami berharap bahwa penelitian ini pada akhirnya mengarah ke pengembangan dari metode dalam mengendalikan rasa sakit," kata Cheong seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Kementerian menyatakan 2,2 juta warga Korea Selatan menderita nyeri kronis, yang didefinisikan sebagai nyeri yang berlangsung lebih dari enam bulan.
Namun hasil riset tim peneliti yang terbit di jurnal Nature Communications itu belum sepenuhnya menemukan mekanisme di balik rasa sakit kronis.
Tim pimpinan Cheong Eun-ji dari Yonsei University mendapati bongkaran protein yang disebut anoctamin-2 (ANO2) dalam otak manusia meningkatkan respons nyeri nenurut Kementerian Ilmu Pengetahuan, ICT dan Perencanaan Masa Depan Korea Selatan.
Makalah tim peneliti menyebutkan bahwa, "Hasil ini mengindikasikan ANO2 berkontribusi menurunkan lonjakan generasi neuron TC sangat aktif dan dengan demikian membatasi transmisi informasi terus-menerus."
"Kami berharap bahwa penelitian ini pada akhirnya mengarah ke pengembangan dari metode dalam mengendalikan rasa sakit," kata Cheong seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Kementerian menyatakan 2,2 juta warga Korea Selatan menderita nyeri kronis, yang didefinisikan sebagai nyeri yang berlangsung lebih dari enam bulan.
Namun hasil riset tim peneliti yang terbit di jurnal Nature Communications itu belum sepenuhnya menemukan mekanisme di balik rasa sakit kronis.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim gabungan temukan tiga santriwati terseret arus Sungai Lusi Blora meninggal
12 December 2025 18:58 WIB
Tim SAR gabungan temukan dua korban tanah longsor Banjarnegara di hari ketujuh
23 November 2025 8:38 WIB
Tim SAR gabungan kembali temukan dua korban tanah longsor Cilacap pada hari ketujuh
19 November 2025 14:08 WIB
Tim SAR gabungan temukan satu korban bencana longsor di Desa Cibeunying Cilacap
14 November 2025 14:29 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB