Samsung Gandeng Developer Lokal kembangkan Tizen
Kamis, 20 Oktober 2016 10:45 WIB
Vice President PT Samsung Research and Development Institute Indonesia, Alfred Boediman (kiri), tiga pemenang Indonesia Next Apps 3.0 kategori Gear VR challenge (tengah), dan Presiden Samsung Electronics Indonesia, Jaehoon Kwon, dalam pengumuman peme
Jakarta Antara Jateng - Marketing Director IT & Marketing Samsung Electronics Indonesia, Vebbyna Kaunang, mengatakan bahwa Samsung melakukan lokalisasi untuk mengembangkan platform Tizen di Indonesia.
"Ada yang sangat unik dan menarik di Indonesia yaitu talent. Kami memiliki kompetisi untuk developer yaitu Indonesia Next Apps mulai 2014," kata dia, dalam peluncuran Samsung Z2, di Jakarta, Rabu.
"Yang membedakan pada tahun ke tiga ink untuk pertama kalinya Samsung menantang developer mengembangkan OS baru Tizen," sambung dia.
Vebbyna mengatakan aktivitas kompetisi Indonesia Next Apps 3.0 telah dimulai sejak pertengahan Juli hingga pertengahan September.
"Kami melakukan workshop keliling enam kota di Indonesia dan coaching agar mereka tahu lebih banyak tentang Tizen," ujar dia.
Untuk mengembangkan aplikasi Tizen, kompetisi tersebut terdiri dari tiga kategori yaitu smartphone (Samsung Z2), perangkat yang dapat digunakan atau wearable (Gear S2), dan Virtual Reality (Gear VR).
"Kami melibatkan 600 orang developer dari seluruh Indonesia, dan kami menerima lebih dari 200 pengajuan aplikasi dalam waktu yang sangat singkat," kata Vebbyna.
"Kriteria pemenang antara lain user interface (UI) karena harus mudah digunakan konsumen, ide dan konsep aplikasi, termasuk ke depannya apa yang sering dipakai oleh konsumen," lanjut dia.
Lebih lanjut, Vice President PT Samsung Research and Development Institute Indonesia, Alfred Boediman, menjelaskan bahwa sistem operasi Tizen dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan wacana baru bahwa sistem operasi bisa berkomunikasi dengan perangkat lain.
"Lite, open source dan dipake di perangkat bukan hanya smartphone, tapi juga smartwatch, smart tv," ujar Alfred.
"Ada yang sangat unik dan menarik di Indonesia yaitu talent. Kami memiliki kompetisi untuk developer yaitu Indonesia Next Apps mulai 2014," kata dia, dalam peluncuran Samsung Z2, di Jakarta, Rabu.
"Yang membedakan pada tahun ke tiga ink untuk pertama kalinya Samsung menantang developer mengembangkan OS baru Tizen," sambung dia.
Vebbyna mengatakan aktivitas kompetisi Indonesia Next Apps 3.0 telah dimulai sejak pertengahan Juli hingga pertengahan September.
"Kami melakukan workshop keliling enam kota di Indonesia dan coaching agar mereka tahu lebih banyak tentang Tizen," ujar dia.
Untuk mengembangkan aplikasi Tizen, kompetisi tersebut terdiri dari tiga kategori yaitu smartphone (Samsung Z2), perangkat yang dapat digunakan atau wearable (Gear S2), dan Virtual Reality (Gear VR).
"Kami melibatkan 600 orang developer dari seluruh Indonesia, dan kami menerima lebih dari 200 pengajuan aplikasi dalam waktu yang sangat singkat," kata Vebbyna.
"Kriteria pemenang antara lain user interface (UI) karena harus mudah digunakan konsumen, ide dan konsep aplikasi, termasuk ke depannya apa yang sering dipakai oleh konsumen," lanjut dia.
Lebih lanjut, Vice President PT Samsung Research and Development Institute Indonesia, Alfred Boediman, menjelaskan bahwa sistem operasi Tizen dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan wacana baru bahwa sistem operasi bisa berkomunikasi dengan perangkat lain.
"Lite, open source dan dipake di perangkat bukan hanya smartphone, tapi juga smartwatch, smart tv," ujar Alfred.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jepara gandeng Demak lakukan revitalisasi Jalur Semarang-Demak-Jepara
29 January 2026 9:06 WIB
TP Posyandu Jateng gandeng Psikologi Undip perkuat layanan kesehatan mental
23 January 2026 20:08 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB
Tim Pengabdian KESMAS UMS gandeng Puskesmas Gilingan cegah anemia ibu hamil
15 January 2026 14:35 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024