Mahasiswa Undip Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Kamis, 13 Oktober 2016 17:56 WIB
Alat yang diciptakan mahasiswa Undip menghasilkan pembangkit listrik dengan memanfaatkan perubahan tenaga panas dari pembakaran sampah. (Foto: dokumen Undip/ANTARAJATENG.COM)
Semarang, Antara Jateng - Lima mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Fisika Universitas Diponegoro Semarang berhasil menciptakan pembangkit listrik dengan memanfaatkan perubahan tenaga panas dari pembakaran sampah.
"Sistem kerja pembangkit listrik ini intinya panas hasil pembakaran sampah kami konversi menjadi energi listrik dengan menggunakan konverter energi," kata Ketua Tim Penelitian Muhammad Alfin Assyidiq di Semarang, Kamis.
Alfin menjelaskan, konverter energi yang dia gunakan adalah thermo elektrik. Alat tersebut mampu menghasilkan listrik apabila ada perbedaan panas di kedua sisinya.
"Untuk menciptakan perbedaan suhu kami memasang 'heatsink' di atas pembakaran. Alat itu membuat bagian atas dingin sementara bawah masih panas. Semakin besar perbedaan panas semakin tinggi tegangan yang dihasilkan," katanya.
Saat ini Alfin dan tim masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan tegangan listrik yang dihasilkan.
"Dari hasil uji coba, pembangkit listrik yang kami buat baru menghasilkan tegangan lima volt. Ke depannya kami akan coba memakai pendingin sirkulasi air di gedung supaya hasil perubahan panasnya lebih besar", katanya.
Dikatakan, proses pembuatan pembangkit listrik tenaga sampah dilakukan selama tiga bulan sejak Mei-Juli 2016. Penemuan tersebut merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah lolos untuk didanai Dikti tahun ini.
"Dikti mengeluarkan dana untuk PKM kami di bulan Maret 2016 sebesar 70 persen dari biaya total. Kemudian sisanya akan diberikan di akhir tahun," katanya.
Sementara itu Alfin menjelaskan, dia tertarik untuk membuat pembangkit listrik karena latar belakangnya sebagai mahasiswa teknik elektro terkonsentrasi pada bidang konversi energi. Selain itu, dia juga ingin hasil penelitiannya bermanfaat bagi masyarakat.
"Tujuan awalnya kami ingin menciptakan alat pembangkit listrik rumah tangga sederhana untuk memenuhi kebutuhan di desa yang dapat disimpan dalam bentuk baterai," katanya.
"Sistem kerja pembangkit listrik ini intinya panas hasil pembakaran sampah kami konversi menjadi energi listrik dengan menggunakan konverter energi," kata Ketua Tim Penelitian Muhammad Alfin Assyidiq di Semarang, Kamis.
Alfin menjelaskan, konverter energi yang dia gunakan adalah thermo elektrik. Alat tersebut mampu menghasilkan listrik apabila ada perbedaan panas di kedua sisinya.
"Untuk menciptakan perbedaan suhu kami memasang 'heatsink' di atas pembakaran. Alat itu membuat bagian atas dingin sementara bawah masih panas. Semakin besar perbedaan panas semakin tinggi tegangan yang dihasilkan," katanya.
Saat ini Alfin dan tim masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan tegangan listrik yang dihasilkan.
"Dari hasil uji coba, pembangkit listrik yang kami buat baru menghasilkan tegangan lima volt. Ke depannya kami akan coba memakai pendingin sirkulasi air di gedung supaya hasil perubahan panasnya lebih besar", katanya.
Dikatakan, proses pembuatan pembangkit listrik tenaga sampah dilakukan selama tiga bulan sejak Mei-Juli 2016. Penemuan tersebut merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah lolos untuk didanai Dikti tahun ini.
"Dikti mengeluarkan dana untuk PKM kami di bulan Maret 2016 sebesar 70 persen dari biaya total. Kemudian sisanya akan diberikan di akhir tahun," katanya.
Sementara itu Alfin menjelaskan, dia tertarik untuk membuat pembangkit listrik karena latar belakangnya sebagai mahasiswa teknik elektro terkonsentrasi pada bidang konversi energi. Selain itu, dia juga ingin hasil penelitiannya bermanfaat bagi masyarakat.
"Tujuan awalnya kami ingin menciptakan alat pembangkit listrik rumah tangga sederhana untuk memenuhi kebutuhan di desa yang dapat disimpan dalam bentuk baterai," katanya.
Pewarta : Nur Umi Anizah & Aris Wasita
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa dan Dosen Vokasi Undip perkuat kompetensi otomasi industri melalui pelatihan bersama
28 January 2026 18:03 WIB
Mahasiswa TRKP SV Undip jalani magang industri di PT KTU Shipyard Tanjung Riau Batam
26 January 2026 16:16 WIB
TP Posyandu Jateng gandeng Psikologi Undip perkuat layanan kesehatan mental
23 January 2026 20:08 WIB
Sekolah Vokasi Undip dan PT NDS gelar pelatihan pembuatan perahu fiber untuk warga pesisir
15 January 2026 17:09 WIB