Banjarnegara, Antara Jateng - Himpunan Peternak Banjarnegara (Himpetbara) mewaspadai masuknya sapi dari luar daerah ke Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjelang Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah.

"Meskipun Banjarnegara termasuk sentra penghasil sapi, kemungkinan masuknya sapi dari luar daerah sangat mungkin terjadi saat menjelang Idul Adha," kata Ketua Himpetbara Bahar Ibnu di Banjarnegara, Jumat.

Menurut dia, sapi-sapi yang diwaspadai terutama dari daerah yang pernah terkena penyakit anthrax seperti Tegal, Boyolali, dan Semarang.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dintankannak) Banjarnegara saat sekarang sedang melaksanakan vaksinisasi dan pengobatan massal terhadap sapi khususnya yang akan dijadikan sebagai hewan kurban.

"Kami mengimbau masyarakat yang hendak membeli hewan kurban khususnya sapi agar benar-benar mengecek kesehatan ternak tersebut," katanya.

Lebih lanjut, dia mengakui jika saat sekarang permintaan hewan kurban dari masyarakat cenderung meningkat.

Bahkan, kata dia, harga sapi maupun kambing pun mengalami kenaikan.

Menurut dia, harga sapi ukuran sedang yang sebelumnya berkisar Rp13 juta-Rp14 juta per ekor naik menjadi Rp16 juta per ekor, sedangkan kambing yang biasanya Rp1,8 juta per ekor menjadi Rp2,4 juta per ekor.

"Khusus sapi, ada yang jual per ekor dan ada yang dihitung dari bobot. Kalau dijualnya berdasarkan bobot hidup, saat sekarang telah mencapai Rp54 ribu-Rp55 ribu per kilogram atau naik sebesar Rp1.000-Rp1.500 per kilogram dari harga sebelumnya," kata Ibnu.

Selain dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banjarnegara, kata dia, sapi dan kambing dari kabupaten itu juga banyak dibawa pedagang ke luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya.

"Saat ini, domba khas Batur dari Dataran Tinggi Dieng juga banyak dijual sebagai hewannkurban," katanya.

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026