Seledri Jepang Turunkan Kolesterol Ayam
Sabtu, 7 Mei 2016 13:57 WIB
Dokumentasi peternakan ayam modern Desa Ciparigi, Ciamis, Jawa Barat, Senin (4/4). Kandang modern yang memiliki teknologi canggih itu dapat mengatur suhu ruangan meski pemilik berada di tempat jauh, serta mampu mendapatkan hasil ternak yang baik deng
Surabaya, Antara Jateng - Jumlah penderita stroke dan kolesterol di Indonesia yang banyak membuat Kholilah Nur Hidayah, mahasiswa jurusan Biologi FMIPA ITS Surabaya, bersama tim bertekad membuat cara pencegahannya.
Setelah melakukan berbagai studi, mereka menemukan bahwa ekstrak seledri jepang atau yang biasa dikenal dengan nama ashitaba bisa menurunkan kadar kholesterol di dalam tubuh ayam. Tidak semua kholesterol itu jahat terhadap tubuh manusia.
Hasilnya, ekstrak tersebut mampu menurunkan kadar kolesterol pada daging ayam hingga 30 persen.
Selain Kholilah, tim berjumlah empat orang ini antara lain beranggotakan Raden Yuvita Rakhman, Faishal Aliwardana, dan Lintang Pertiwi.
Menurut Kholilah, timnya memilih daging ayam sebagai objek penelitian karena paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Daging ayam yang tersebar di pasaran mayoritas berasal dari daging ayam broiler atau ayam ras pedaging dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi.
"Kami mencekoki ayam-ayam tersebut dengan ekstrak Ashitaba yang sudah kami olah," terang mahasiswi semester akhir tersebut dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Jumat (29/4/2016).
Ekstrak yang berasal dari daun tumbuhan dengan nama ilmiah Angelika keiskei itu diolah melalui proses evaporasi.
Sebanyak 60 ayam digunakan percobaannya dengan perlakuan yang berbeda setiap 15 ayam. Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan konsentrasi ashitaba yang diberikan kepada ayam, yaitu 0 persen, 5 persen, 7,5 persen, dan 10 persen.
Dari percobaan selama sebulan tersebut, didapatkan bahwa konsentrasi 10 persen yang berhasil menurunkan kadar kolesterol paling tinggi, yaitu sebesar 30 persen.
Selain menurunkan kadar kolesterol, Kholilah menjelaskan ekstrak ashitaba juga dapat menaikkan berat badan ayam.
"Dengan masa panen yang sama antara ayam broiler yang diberi ekstrak dan tanpa ekstrak ashitaba, terbukti ayam dengan perlakuan ashitaba memiliki bobot yang lebih besar," ujarnya.
Mahasiswa angkatan 2012 itu mengaku ide tentang ekstrak ashitaba tersebut mereka dapatkan ketika tim sedang melakukan studi ekskursi ke Pulau Bali.
"Kala itu, kami mengunjungi salah satu lokasi wisata yang terdapat banyak tanaman herbal. Di situlah kami mengetahui tentang Angelika Keiskei untuk menurunkan kadar kolesterol," ujarnya.
Hebatnya, penelitian yang mereka lakukan tersebut akhirnya berhasil menggondol dua penghargaan dalam International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 yang berlangsung di Malaysia, awal April 2016.
Penghargaan yang diterima adalah Leading Innovation Award dari International Intellectual Property Network Forum Jepang dan Silver Medal untuk kategori Health, Biotechnology and Chemical.
Setelah melakukan berbagai studi, mereka menemukan bahwa ekstrak seledri jepang atau yang biasa dikenal dengan nama ashitaba bisa menurunkan kadar kholesterol di dalam tubuh ayam. Tidak semua kholesterol itu jahat terhadap tubuh manusia.
Hasilnya, ekstrak tersebut mampu menurunkan kadar kolesterol pada daging ayam hingga 30 persen.
Selain Kholilah, tim berjumlah empat orang ini antara lain beranggotakan Raden Yuvita Rakhman, Faishal Aliwardana, dan Lintang Pertiwi.
Menurut Kholilah, timnya memilih daging ayam sebagai objek penelitian karena paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Daging ayam yang tersebar di pasaran mayoritas berasal dari daging ayam broiler atau ayam ras pedaging dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi.
"Kami mencekoki ayam-ayam tersebut dengan ekstrak Ashitaba yang sudah kami olah," terang mahasiswi semester akhir tersebut dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Jumat (29/4/2016).
Ekstrak yang berasal dari daun tumbuhan dengan nama ilmiah Angelika keiskei itu diolah melalui proses evaporasi.
Sebanyak 60 ayam digunakan percobaannya dengan perlakuan yang berbeda setiap 15 ayam. Perlakuan tersebut dibedakan berdasarkan konsentrasi ashitaba yang diberikan kepada ayam, yaitu 0 persen, 5 persen, 7,5 persen, dan 10 persen.
Dari percobaan selama sebulan tersebut, didapatkan bahwa konsentrasi 10 persen yang berhasil menurunkan kadar kolesterol paling tinggi, yaitu sebesar 30 persen.
Selain menurunkan kadar kolesterol, Kholilah menjelaskan ekstrak ashitaba juga dapat menaikkan berat badan ayam.
"Dengan masa panen yang sama antara ayam broiler yang diberi ekstrak dan tanpa ekstrak ashitaba, terbukti ayam dengan perlakuan ashitaba memiliki bobot yang lebih besar," ujarnya.
Mahasiswa angkatan 2012 itu mengaku ide tentang ekstrak ashitaba tersebut mereka dapatkan ketika tim sedang melakukan studi ekskursi ke Pulau Bali.
"Kala itu, kami mengunjungi salah satu lokasi wisata yang terdapat banyak tanaman herbal. Di situlah kami mengetahui tentang Angelika Keiskei untuk menurunkan kadar kolesterol," ujarnya.
Hebatnya, penelitian yang mereka lakukan tersebut akhirnya berhasil menggondol dua penghargaan dalam International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 yang berlangsung di Malaysia, awal April 2016.
Penghargaan yang diterima adalah Leading Innovation Award dari International Intellectual Property Network Forum Jepang dan Silver Medal untuk kategori Health, Biotechnology and Chemical.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komunitas budaya asal Jepang kunjungi sejumlah tempat bersejarah di Solo Raya
22 February 2026 10:22 WIB
UMS perkuat ketahanan finansial dan mental Diaspora Indonesia di Jepang melalui program Mindful Spending
20 February 2026 18:32 WIB
UMS gelar parenting Islami untuk perkuat ketahanan keluarga muslim Diaspora di Jepang
05 February 2026 14:41 WIB
UMS diproyeksikan tuan rumah ABU Robocon 2027, delegasi NHK Jepang lakukan penjajakan
04 February 2026 19:43 WIB
ICB Pharma 6 UMS hadirkan pakar Jepang dan Belanda bahas AI untuk Precision Medicine
15 December 2025 16:08 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB