Kerajinan Eceng Gondok Raup Omzet Jutaan Rupiah
Senin, 4 April 2016 14:26 WIB
Perajin membuat kerajinan keranjang berbahan eceng gondok di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/15.
Keterangan yang dikumpulkan dari sejumlah perajin di sekitar Rawapening, Senin, menyebutkan, eceng gondok tersebut diolah kemudian dijadikan beragam produk kerajinan dan seni, seperti, partisi, hiasan lampu, hiasan dinding, dekorasi pengantin, dan lainnya.
Sukma Kuncoro, warga Desa Lopait, menjual produk yang dijajakan di Koen Galery's miliknya dengan harga mulai dari Rp3.000 hingga Rp14 juta.
Dia melihat potensi alam yang ada di sekitarnya bisa menjadi potensi yang menghasilkan rupiah.
Selain eceng gondok, dia juga mengolah kerajinan dari bahan pelepah pisang, daun pandan, dan bahan plastik.
Hasil dari ketekunannya itu, kini dia mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerahnya dan memiliki empat karyawan.
Selain itu, omzet dari bisnisnya ini rata-rata mencapai 30 juta setiap bulan.
Hal tersebut juga dirasakan Slamet Triamanto (41) warga RT 4, RW 9, Desa Kebun Dowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang juga berprofesi sebagai pengrajin eceng gondok.
Dia menuturkan, tumbuhan yang dianggap gulma oleh sebagian masyarakat juga bisa menjadi kerajinan bernilai tinggi.
Bahkan Produk kerajinannya ini sudah dipasarkan diseluruh Pulau Jawa dan pangsa pasar terbesar di Jakarta dan Yogyakarta, terang dia.
Sukma Kuncoro, warga Desa Lopait, menjual produk yang dijajakan di Koen Galery's miliknya dengan harga mulai dari Rp3.000 hingga Rp14 juta.
Dia melihat potensi alam yang ada di sekitarnya bisa menjadi potensi yang menghasilkan rupiah.
Selain eceng gondok, dia juga mengolah kerajinan dari bahan pelepah pisang, daun pandan, dan bahan plastik.
Hasil dari ketekunannya itu, kini dia mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerahnya dan memiliki empat karyawan.
Selain itu, omzet dari bisnisnya ini rata-rata mencapai 30 juta setiap bulan.
Hal tersebut juga dirasakan Slamet Triamanto (41) warga RT 4, RW 9, Desa Kebun Dowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang juga berprofesi sebagai pengrajin eceng gondok.
Dia menuturkan, tumbuhan yang dianggap gulma oleh sebagian masyarakat juga bisa menjadi kerajinan bernilai tinggi.
Bahkan Produk kerajinannya ini sudah dipasarkan diseluruh Pulau Jawa dan pangsa pasar terbesar di Jakarta dan Yogyakarta, terang dia.
Pewarta : M. Shidiq Laksananto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Semarang minta nelayan ikut diberdayakan singkirkan eceng gondok
26 September 2023 6:50 WIB, 2023
Dinas Pertanian Kudus ajak peternak gunakan eceng gondok jadi pakan ternak
24 August 2023 6:00 WIB, 2023
Pertamina edukasi masyarakat manfaatkan eceng gondok sebagai sumber energi baru terbarukan
18 August 2022 10:13 WIB, 2022
Kurangi pertumbuhan eceng gondok, Perum Jasa Tirta tebar benih ikan di Rawa Pening
28 July 2022 0:14 WIB, 2022