Jokowi Tegaskan Perlunya Kerja Sama Intelijen ASEAN
Sabtu, 21 November 2015 13:10 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
"ASEAN perlu meningkatkan kerja sama intelijen dan melakukan kerja sama dalam memperkuat peraturan hukum," katanya di Persidangan Pleno Konferensi Tingkat Tinggi ke-27 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu.
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dalam beberapa hari ini dunia dikejutkan oleh kabar duka dari aksi kekerasan yang terjadi di beberapa negara.
Oleh karena itu, menurut dia, implementasi konvensi ASEAN mengenai pemberantasan terorisme perlu diperbaiki.
Selain isu terorisme, Presiden juga menyoroti penanganan migrasi tidak biasa dan masalah Laut Tiongkok Selatan.
Mengenai sengketa Laut Tiongkok Selatan dia menekankan bahwa perdamaian dan keamanan Laut Tiongkok Selatan harus tercipta dan hukum internasional harus dihormati.
Presiden juga menyampaikan upaya pemerintah Indonesia menangani kebakaran lahan dan hutan, serta kebijakan yang selanjutnya akan diterapkan guna mencegah dan mengatasi kebakaran lahan dan hutan.
Presiden mengingatkan bahwa 2015 merupakan tahun penting bagi ASEAN karena Masyarakat ASEAN akan mulai dijalankan.
"Kita akan menjadi satu masyarakat, kebersamaan harus dikedepankan dan kerja sama harus ditonjolkan," katanya.
"Tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, kawasan ini akan menjadi perebutan pengaruh kekuatan besar dan ASEAN harus mampu menghadirkan perdamaian dan kestabilan kawasan," kata dia.
Ia menambahkan ASEAN juga harus bisa memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah dunia.
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dalam beberapa hari ini dunia dikejutkan oleh kabar duka dari aksi kekerasan yang terjadi di beberapa negara.
Oleh karena itu, menurut dia, implementasi konvensi ASEAN mengenai pemberantasan terorisme perlu diperbaiki.
Selain isu terorisme, Presiden juga menyoroti penanganan migrasi tidak biasa dan masalah Laut Tiongkok Selatan.
Mengenai sengketa Laut Tiongkok Selatan dia menekankan bahwa perdamaian dan keamanan Laut Tiongkok Selatan harus tercipta dan hukum internasional harus dihormati.
Presiden juga menyampaikan upaya pemerintah Indonesia menangani kebakaran lahan dan hutan, serta kebijakan yang selanjutnya akan diterapkan guna mencegah dan mengatasi kebakaran lahan dan hutan.
Presiden mengingatkan bahwa 2015 merupakan tahun penting bagi ASEAN karena Masyarakat ASEAN akan mulai dijalankan.
"Kita akan menjadi satu masyarakat, kebersamaan harus dikedepankan dan kerja sama harus ditonjolkan," katanya.
"Tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, kawasan ini akan menjadi perebutan pengaruh kekuatan besar dan ASEAN harus mampu menghadirkan perdamaian dan kestabilan kawasan," kata dia.
Ia menambahkan ASEAN juga harus bisa memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah dunia.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua PWM Jateng tegaskan perbedaan syariah dan fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah
08 January 2026 21:33 WIB
Kapolresta Banyumas tegaskan kolaborasi jadi kunci keamanan daerah pada 2025
31 December 2025 13:43 WIB
LSP UIN Walisongo jalani full asesmen BNSP, Rektor tegaskan komitmen dukungan penuh
16 December 2025 17:49 WIB
Gubernur Jateng tegaskan polemik tambang di lereng Slamet sudah ditangani
12 December 2025 20:29 WIB
UMS tegaskan komitmen prestasi mahasiswa pada pembukaan PIMNTANAS ke-5 di UMBJM
12 December 2025 16:53 WIB
Wali Kota Magelang tegaskan pengawasan pastikan kebijakan berpihak ke publik
26 November 2025 6:51 WIB