Emas Turun Tertekan Dolar AS
Sabtu, 7 November 2015 7:21 WIB
Logam mulia emas (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 16,5 dolar AS, atau 1,49 persen, menjadi menetap di 1.087,70 dolar AS per ounce.
Xinhua melaporkan, dolar AS melonjak terhadap mata uang utama lainnya Jumat, sehingga menekan emas.
Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan data ketenagakerjaan jauh lebih baik daripada yang diharapkan, dengan angka pengangguran jatuh menjadi lima persen dan daftar gaji naik 271.000.
Para analis mencatat sisi pengangguran dari pasar tenaga kerja masih tetap sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi.
Mereka juga menyimpulkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember tetap tinggi karena laporan yang sangat positif ini, ketika Fedwatch CMEGroup menunjukkan probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Desember di 70 persen.
Ekspektasi awal penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, tetapi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada akhir Oktober menegaskan bahwa Fed ingin menaikkan suku sebelum akhir 2015.
Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan pada Rabu bahwa kenaikan suku bunga Desember masih "di atas meja". Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.
Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.
Sementara, perak untuk pengiriman Desember turun 29,2 sen, atau 1,95 persen, menjadi ditutup pada 14,691 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 13,1 dolar AS, atau 1,37 persen, menjadi ditutup pada 940,00 dolar AS per ounce.
Xinhua melaporkan, dolar AS melonjak terhadap mata uang utama lainnya Jumat, sehingga menekan emas.
Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan data ketenagakerjaan jauh lebih baik daripada yang diharapkan, dengan angka pengangguran jatuh menjadi lima persen dan daftar gaji naik 271.000.
Para analis mencatat sisi pengangguran dari pasar tenaga kerja masih tetap sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi.
Mereka juga menyimpulkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember tetap tinggi karena laporan yang sangat positif ini, ketika Fedwatch CMEGroup menunjukkan probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Desember di 70 persen.
Ekspektasi awal penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, tetapi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada akhir Oktober menegaskan bahwa Fed ingin menaikkan suku sebelum akhir 2015.
Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan pada Rabu bahwa kenaikan suku bunga Desember masih "di atas meja". Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.
Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.
Sementara, perak untuk pengiriman Desember turun 29,2 sen, atau 1,95 persen, menjadi ditutup pada 14,691 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 13,1 dolar AS, atau 1,37 persen, menjadi ditutup pada 940,00 dolar AS per ounce.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Donald Trump dan Proyeksi Laba Angkat Wall Street ke Level Bersejarah 20.000 Poin
26 January 2017 6:07 WIB, 2017