Indonesia-Meksiko Bahas Pembebasan Visa Resiprokal
Kamis, 1 Oktober 2015 13:26 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi sebelum mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika 2015 di Jakarta, Rabu (22/4). (ANTARA FOTO/AACC2015/Jerry Adiguna)
Menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Kamis, Massieu menyambut positif usul Menteri Retno agar Meksiko bisa memberikan kebebasan visa bagi warga negara Indonesia (WNI) pada pertemuan di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-70 di New York, Amerika Serikat, pada 29 September.
Jika Meksiko menyetujui usul itu, maka pemerintah Indonesia akan segera membebaskan visa bagi warga Meksiko yang mengunjungi Indonesia.
Meksiko adalah salah satu mitra utama Indonesia. Tahun 2014, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Meksiko mencapai 123,5 juta dolar AS.
Indonesia dan Meksiko tergabung di dalam kelompok negara MIKTA bersama dengan Korea Selatan, Turki dan Australia.
Di samping soal pembebasan visa, dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Indonesia dan Menteri Luar Negeri Meksiko diangkat sejumlah isu lain, seperti dukungan Indonesia terhadap Trans Pacific Partnership (TPP), tindak lanjut nota kesepahaman kerja sama perikanan, kerja sama olahraga dan kerja sama penelitian pertanian.
Menteri Luar Negeri Retno mengatakan bahwa proses TPP cukup berjalan maju, walaupun Pemerintah Indonesia masih perlu mendalami lebih lanjut modalitas dari TPP itu sendiri.
"Bergabungnya Indonesia tentunya akan menjadi kontribusi yang signifikan bagi TPP," ujar Massieu.
Jika Meksiko menyetujui usul itu, maka pemerintah Indonesia akan segera membebaskan visa bagi warga Meksiko yang mengunjungi Indonesia.
Meksiko adalah salah satu mitra utama Indonesia. Tahun 2014, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Meksiko mencapai 123,5 juta dolar AS.
Indonesia dan Meksiko tergabung di dalam kelompok negara MIKTA bersama dengan Korea Selatan, Turki dan Australia.
Di samping soal pembebasan visa, dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Indonesia dan Menteri Luar Negeri Meksiko diangkat sejumlah isu lain, seperti dukungan Indonesia terhadap Trans Pacific Partnership (TPP), tindak lanjut nota kesepahaman kerja sama perikanan, kerja sama olahraga dan kerja sama penelitian pertanian.
Menteri Luar Negeri Retno mengatakan bahwa proses TPP cukup berjalan maju, walaupun Pemerintah Indonesia masih perlu mendalami lebih lanjut modalitas dari TPP itu sendiri.
"Bergabungnya Indonesia tentunya akan menjadi kontribusi yang signifikan bagi TPP," ujar Massieu.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
Kemenkum Jateng koordinasi dengan MPD Kabupaten Magelang bahas protokol notaris
05 February 2026 12:01 WIB
Sarasehan HPN 2026 di Blora bahas peran pers tangkal disinformasi program Presiden
04 February 2026 17:53 WIB
Presiden Prabowo, petinggi Embraer diskusi bahas teknologi industri penerbangan
03 February 2026 9:11 WIB
UIN Walisongo gelar Lokakarya Ramadhan 1447 H, bahas kepastian jadwal imsakiyah
27 January 2026 20:22 WIB
Darul Arqam UMS rangkul PRM Krakitan bahas politik dan kebijakan pendidikan berbasis nilai Muhammadiyah
10 January 2026 12:06 WIB
International Guest Lecture FKIP UMS bahas peran permainan tradisional dalam meningkatkan well-being peserta didik
07 January 2026 12:43 WIB
SATGAS PHKEN bahas kebijakan hilirisasi dan ketahanan energi berkelanjutan pada seminar di Solo
30 December 2025 15:15 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017