Banyumas Temukan Sumber Mata Air Baru di Bekas Galian
Rabu, 16 September 2015 13:42 WIB
Ilustrasi - Sejumlah warga berenang di mata air sendang Senjoyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/4). Mata air Senjoyo yang terletak di lereng gunung Merbabu tersebut selain dimanfaatkan warga untuk wisata air, juga untuk irigasi pertanian
"Sumber-sumber mata air baru itu lokasinya dekat dengan desa-desa yang terdampak kemarau sehingga sementara ini, pasokan air bersih yang akan didistribusikan untuk desa-desa yang mengalami kekeringan masih terpenuhi," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Prasetyo Budi Widodo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.
Ia mengatakan bahwa sumber-sumber mata air baru itu berlokasi di Purwojati, perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kebumen, serta Pancasan.
Menurut dia, sumber mata air baru di Purwojati sebelumnya merupakan bekas galian yang dilakukan oleh Pertamina.
Dalam hal ini, kata dia, bekas galian tersebut mengeluarkan air yang melimpah sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
"Sebelumnya, kami belum tahu kalau di Purwojati ada sumber air. Oleh karena itu, sekarang kami memanfaatkan sumber air di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, untuk penyaluran bantuan bersih bagi desa-desa yang mengalami kekeringan di sekitar wilayah tersebut (wilayah selatan Kabupaten Banyumas, red.)," katanya.
Menurut dia, debit air dari sumber mata air di Purwojati cukup besar karena untuk mengisi satu tangki berkapasitas 4.000 liter hanya membutuhkan waktu sekitar 75 menit.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan sumber mata air di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kebumen, yakni di sekitar pintu gerbang objek wisata Gua Jatijajar untuk penyaluran bantuan air bersih di wilayah timur Kabupaten Banyumas seperti Kecamatan Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa lokasi sumber mata air tersebut tidak bisa dijangkau oleh truk tangki sehingga pihaknya memasang pipa sepanjang 100 meter untuk mempermudah pengambilan air bersih.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga memanfaatkan sumber mata air di Pancasan, Kecamatan Ajibarang, untuk penyaluran bantuan air bersih di wilayah barat Kabupaten Banyumas.
Dengan adanya tiga sumber mata air baru tersebut, lanjut dia, pihaknya menunda penggunaan instalasi pengolahan air yang semula direncanakan akan dipasang di lokasi terdekat dengan desa-desa yang terdampak kekeringan.
"Saat ini, kami menggunakan empat sumber mata air yang boleh dikatakan berlebih. Kalau sebelumnya, kami hanya menggunakan sumber air milik PDAM di Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, namun ternyata dalam perjalanan pendistribusian bantuan air bersih, kami menemukan tiga sumber air yang memang lokasinya cukup strategis dengan daerah-daerah yang terdampak kekeringan," katanya.
Ia mengatakan bahwa sumber-sumber mata air baru itu berlokasi di Purwojati, perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kebumen, serta Pancasan.
Menurut dia, sumber mata air baru di Purwojati sebelumnya merupakan bekas galian yang dilakukan oleh Pertamina.
Dalam hal ini, kata dia, bekas galian tersebut mengeluarkan air yang melimpah sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
"Sebelumnya, kami belum tahu kalau di Purwojati ada sumber air. Oleh karena itu, sekarang kami memanfaatkan sumber air di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, untuk penyaluran bantuan bersih bagi desa-desa yang mengalami kekeringan di sekitar wilayah tersebut (wilayah selatan Kabupaten Banyumas, red.)," katanya.
Menurut dia, debit air dari sumber mata air di Purwojati cukup besar karena untuk mengisi satu tangki berkapasitas 4.000 liter hanya membutuhkan waktu sekitar 75 menit.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan sumber mata air di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kebumen, yakni di sekitar pintu gerbang objek wisata Gua Jatijajar untuk penyaluran bantuan air bersih di wilayah timur Kabupaten Banyumas seperti Kecamatan Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa lokasi sumber mata air tersebut tidak bisa dijangkau oleh truk tangki sehingga pihaknya memasang pipa sepanjang 100 meter untuk mempermudah pengambilan air bersih.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga memanfaatkan sumber mata air di Pancasan, Kecamatan Ajibarang, untuk penyaluran bantuan air bersih di wilayah barat Kabupaten Banyumas.
Dengan adanya tiga sumber mata air baru tersebut, lanjut dia, pihaknya menunda penggunaan instalasi pengolahan air yang semula direncanakan akan dipasang di lokasi terdekat dengan desa-desa yang terdampak kekeringan.
"Saat ini, kami menggunakan empat sumber mata air yang boleh dikatakan berlebih. Kalau sebelumnya, kami hanya menggunakan sumber air milik PDAM di Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, namun ternyata dalam perjalanan pendistribusian bantuan air bersih, kami menemukan tiga sumber air yang memang lokasinya cukup strategis dengan daerah-daerah yang terdampak kekeringan," katanya.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Jepara temukan dua korban tenggelam di Air Terjun Watu Bobot kondisi meninggal dunia
28 March 2026 16:26 WIB
Tim gabungan temukan tiga santriwati terseret arus Sungai Lusi Blora meninggal
12 December 2025 18:58 WIB
Tim SAR gabungan temukan dua korban tanah longsor Banjarnegara di hari ketujuh
23 November 2025 8:38 WIB
Tim SAR gabungan kembali temukan dua korban tanah longsor Cilacap pada hari ketujuh
19 November 2025 14:08 WIB