Wall Street Kembali Tertekan
Rabu, 26 Agustus 2015 7:18 WIB
Wall street, bursa saham AS (REUTERS)
Indeks saham unggulan S&P 500 juga turun 25,59 poin (1,35 persen) menjadi 1.867,62, sedangkan indeks saham teknologi Nasdaq tertekan 19,76 poin (0,44 persen) menjadi 4.506,49 poin.
Harga saham di pasar saham Amerika sempat naik pada awal perdagangan sampai hampir sepanjang hari, namun meredup seketika pada jam terakhir perdagangan karena pasar masih gelisah menyusul gejolak harga pekan lalu, khususnya Senin, ketika DJIA anjlok lebih dari 1.000 poin.
"Syaraf-syaraf masih tegang karena apa yang terjadi kemarin," kata Bill Lynch, direktur investasi Hinsdale Associates.
"Saya tidak bisa memprediksi ke mana pasar akan bergerak esok (Kamis WIB) atau pekan depan, pastinya itu akan bergejolak. Namun saya berharap dua atau tiga bulan dari sekarang, pasar akan stabil."
Dorongan untuk koreksi terjadi di Tiongkok, di mana ada tarik mundur pada harga saham yang kemudian memicu kekhawatiran bahwa perekonomian terbesar kedua di dunia itu ternyata lebih lembah dibandingkan yang dikira selama ini, demikian AFP.
Harga saham di pasar saham Amerika sempat naik pada awal perdagangan sampai hampir sepanjang hari, namun meredup seketika pada jam terakhir perdagangan karena pasar masih gelisah menyusul gejolak harga pekan lalu, khususnya Senin, ketika DJIA anjlok lebih dari 1.000 poin.
"Syaraf-syaraf masih tegang karena apa yang terjadi kemarin," kata Bill Lynch, direktur investasi Hinsdale Associates.
"Saya tidak bisa memprediksi ke mana pasar akan bergerak esok (Kamis WIB) atau pekan depan, pastinya itu akan bergejolak. Namun saya berharap dua atau tiga bulan dari sekarang, pasar akan stabil."
Dorongan untuk koreksi terjadi di Tiongkok, di mana ada tarik mundur pada harga saham yang kemudian memicu kekhawatiran bahwa perekonomian terbesar kedua di dunia itu ternyata lebih lembah dibandingkan yang dikira selama ini, demikian AFP.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Donald Trump dan Proyeksi Laba Angkat Wall Street ke Level Bersejarah 20.000 Poin
26 January 2017 6:07 WIB, 2017