Indeks BEI Dibuka Turun 8,89 Poin
Senin, 10 Agustus 2015 11:03 WIB
IHSG pada Senin (10/8/2015) turun 8,89 poin pada awal perdagangan. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 2,27 poin (0,28 persen) menjadi 809,17.
"Minimnya insentif positif, baik dari eksternal maupun internal mendorong IHSG BEI mengalami tekanan. Dari eksternal, salah satunya sentimen dari Tiongkok yang mengalami penurunan surplus pada neraca perdagangannya," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, nilai tukar rupiah yang masih dalam tren pelemahan menambah sentimen negatif bagi pasar saham domestik.
Di sisi lain, pernyataan Bank Indonesia terkait potensi penurunan pertumbuhan penyaluran kredit pada semester kedua dan wacana perombakan kabinet juga menjadi penekan IHSG.
"Maraknya ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar cenderung wait and see dan tak jarang memilih keluar pasar untuk mengamankan posisi," katanya.
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo dalam pidato Peringatan 38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia mengatakan bahwa pelemahan bursa saham tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di banyak negara, baik yang sudah maju maupun berkembang.
"Ini konsekuensi melambatnya perekonomian dunia. Namun, perekonomian kita masih lima besar di dunia, jadi kalau ada yang pesimis menurut saya keliru," katanya.
Posisi bursa regional, pada Senin, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dilaporkan melemah 296,93 poin (1,21 persen) ke level 24.255,54, indeks Nikkei turun 12,53 poin (0,06 persen) ke level 20.712,03 dan KOSPI melemah 12,71 poin (0,63 persen) ke posisi 1.997,40.
"Minimnya insentif positif, baik dari eksternal maupun internal mendorong IHSG BEI mengalami tekanan. Dari eksternal, salah satunya sentimen dari Tiongkok yang mengalami penurunan surplus pada neraca perdagangannya," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, nilai tukar rupiah yang masih dalam tren pelemahan menambah sentimen negatif bagi pasar saham domestik.
Di sisi lain, pernyataan Bank Indonesia terkait potensi penurunan pertumbuhan penyaluran kredit pada semester kedua dan wacana perombakan kabinet juga menjadi penekan IHSG.
"Maraknya ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar cenderung wait and see dan tak jarang memilih keluar pasar untuk mengamankan posisi," katanya.
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo dalam pidato Peringatan 38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia mengatakan bahwa pelemahan bursa saham tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di banyak negara, baik yang sudah maju maupun berkembang.
"Ini konsekuensi melambatnya perekonomian dunia. Namun, perekonomian kita masih lima besar di dunia, jadi kalau ada yang pesimis menurut saya keliru," katanya.
Posisi bursa regional, pada Senin, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dilaporkan melemah 296,93 poin (1,21 persen) ke level 24.255,54, indeks Nikkei turun 12,53 poin (0,06 persen) ke level 20.712,03 dan KOSPI melemah 12,71 poin (0,63 persen) ke posisi 1.997,40.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengenang warisan visioner Raden Bei Aria Wirjaatmadja dalam 130 tahun perjalanan BRI
15 December 2025 17:48 WIB
BEI sebut pelaksaan CMSE tingkatkan kepercayaan masyarakat pada pasar modal
18 October 2025 12:13 WIB
BEI Jateng II tambah empat galeri investasi untuk edukasi masyarakat
16 January 2025 11:18 WIB, 2025
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Sedekah Sampah Memotivasi Masyarakat lebih Mencintai Lingkungan dan Beramal
12 February 2017 14:35 WIB, 2017
Emil: Subuh Waktu Optimal Sampikan Pesan, Karena Otak Manusia belum Termanipulasi Hal Negatif
12 February 2017 14:29 WIB, 2017
Ketinggian Air Bendung Katulampa Naik Namun Masih Siaga Tiga Banjir
12 February 2017 14:06 WIB, 2017
Istiqlal Tak Mampu Tampung, Lautan Massa 112 Meluap ke Lapangan Banteng
11 February 2017 12:30 WIB, 2017