Anies: Waspadai Perpeloncoan Saat Orientasi Ekstrakurikuler
Jumat, 7 Agustus 2015 20:16 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan (ANTARA/Puspa Perwitasari)
"Segala pelanggaran tak akan lagi didiamkan dan dibiarkan. Secara umum, aturannya jelas. Pelecehan, perpeloncoan, dan kekerasan sudah tahu kalau dilarang," katanya di Semarang, Jumat.
Hal tersebut diungkapkan mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta itu saat membuka Pekan Budaya Indonesia dengan Semarang sebagai tuan rumah di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang.
"Kalau orientasi siswa baru pada minggu pertama (masuk sekolah) lebih bisa dikontrol karena ada periode dan ada aktivitas sekolahnya," kata Anies.
Namun, ia mengingatkan pada minggu-minggu ke depan ada banyak orientasi ekstrakurikuler bagi siswa baru yang berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kerap menimbulkan masalah.
"Makanya, saya minta kepala daerah, kepala dinas (Dinas Pendidikan), kepala sekolah, dan orang tua siswa harus mengantisipasi ini (perpeloncoan saat ekstrakurikuler)," tegasnya.
Ia mengakui selama bertahun-tahun tindak perpeloncoan yang mewarnai MOS seperti dibiarkan, namun mulai tahun ini tindak pelanggaran semacam itu tidak bakal dibiarkan lagi.
Anies mencontohkan kegiatan MOS Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Hikmah di Garut yang menelan korban, yakni seorang siswanya akibat terseret arus sungai saat mengikuti kegiatan orientasi.
"Seperti di Garut, proses hukum yang jalan. Sekarang ini, penegak hukum yang menangani. Ini sekaligus menjadi pesan bagi semuanya. Begitu ada kejadian maka proses hukum yang jalan," katanya.
Berkaitan dengan itu, ia meminta seluruh pihak, termasuk orang tua siswa untuk segera melaporkan begitu ada kegiatan MOS di sekolah yang menyimpang dari aturan sebagai langkah antisipasi.
"Jika melihat tanda aktivitas yang menyimpang (dari kegiatan MOS) langsung laporkan. Bisa ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun ke pejabat daerah," pungkasnya.
Hal tersebut diungkapkan mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta itu saat membuka Pekan Budaya Indonesia dengan Semarang sebagai tuan rumah di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang.
"Kalau orientasi siswa baru pada minggu pertama (masuk sekolah) lebih bisa dikontrol karena ada periode dan ada aktivitas sekolahnya," kata Anies.
Namun, ia mengingatkan pada minggu-minggu ke depan ada banyak orientasi ekstrakurikuler bagi siswa baru yang berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kerap menimbulkan masalah.
"Makanya, saya minta kepala daerah, kepala dinas (Dinas Pendidikan), kepala sekolah, dan orang tua siswa harus mengantisipasi ini (perpeloncoan saat ekstrakurikuler)," tegasnya.
Ia mengakui selama bertahun-tahun tindak perpeloncoan yang mewarnai MOS seperti dibiarkan, namun mulai tahun ini tindak pelanggaran semacam itu tidak bakal dibiarkan lagi.
Anies mencontohkan kegiatan MOS Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Hikmah di Garut yang menelan korban, yakni seorang siswanya akibat terseret arus sungai saat mengikuti kegiatan orientasi.
"Seperti di Garut, proses hukum yang jalan. Sekarang ini, penegak hukum yang menangani. Ini sekaligus menjadi pesan bagi semuanya. Begitu ada kejadian maka proses hukum yang jalan," katanya.
Berkaitan dengan itu, ia meminta seluruh pihak, termasuk orang tua siswa untuk segera melaporkan begitu ada kegiatan MOS di sekolah yang menyimpang dari aturan sebagai langkah antisipasi.
"Jika melihat tanda aktivitas yang menyimpang (dari kegiatan MOS) langsung laporkan. Bisa ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun ke pejabat daerah," pungkasnya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HNSI Batang minta nelayan pantura waspadai gelombang tinggi dan angin kencang
14 January 2026 14:52 WIB
BMKG imbau waspadai potensi hujan lebat di Jateng selatan pada akhir pekan
15 December 2025 14:54 WIB
BPBD Kabupaten Temanggung minta warga di kawasan longsor selalu waspadai cuaca ekstrem
05 December 2025 10:51 WIB
Dosen Ilmu Gizi UMS ajak masyarakat waspadai kebiasaan yang picu diabetes
14 November 2025 14:04 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Bagikan KIP, Presiden: Kalau Seragam masih Bagus, Uangnya Ditabung Saja
27 January 2017 19:04 WIB, 2017