Tato Halangi Sensor Apple Watch
Senin, 4 Mei 2015 11:19 WIB
CEO Apple Tim Cook menjelaskan tentang Apple Watch dalam acara Apple di Flint Center di Cupertino, California, (9/9/2014). (REUTERS/Stephen Lam )
Hal ini sekaligus mengkonfirmasi laporan sejumlah pengguna dalam sepekan terakhir, yang menyebutkan perangkat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
"Perubahan permanen atau sementara pada kulit, seperti tato, dapat mempengaruhi kinerja sensor jantung," tulis Apple seperti dilansir laman CNET, Minggu.
"Tinta, pola dan saturasi dari beberapa tato dapat menghalangi cahaya dari sensor, sehingga sulit untuk melakukan pemindaian," lanjut pernyataan tersebut.
Untuk mengukur denyut jantung, Apple Watch memiliki sebuah sensor yang diletakkan di bagian bawah arloji atau tepat di atas pergelangan tangan.
Saat pengguna ingin mengetahui denyut jantung, sensor menyala di atas permukaan tangan. Sensor yang berkedip ratusan kali per detik tersebut, mengandalkan cahaya hijau sebagai warna yang dapat diserap darah.
Setiap kali jantung berdetak, darah mengalir melalui pergelangan tangan. Dengan menyerap cahaya melalui sensor, Apple Watch dapat menentukan detak jantung seseorang.
Oleh karena itu, warna tinta pada tato dapat menyebabkan Apple Watch salah menterjemahkan warna cahaya dan mengurangi akurasi pemindaian detak jantung.
Apple mengatakan, solusi untuk masalah itu mungkin dengan menggunakan monitor detak jantung eksternal, meskipun hal ini menghilangkan tujuan utama fitur sensor tersebut.
Sejauh ini, belum ada keterangan apakah Apple akan menghadirkan pembaruan teranyar untuk sensor detak jantung terkait masalah itu.
Apple Watch, yang memerlukan setidaknya iPhone 5 untuk menjalankan aplikasi dasar dan menerima notifikasi, merupakan produk pertama Apple yang dapat dikenakan (wearable).
"Perubahan permanen atau sementara pada kulit, seperti tato, dapat mempengaruhi kinerja sensor jantung," tulis Apple seperti dilansir laman CNET, Minggu.
"Tinta, pola dan saturasi dari beberapa tato dapat menghalangi cahaya dari sensor, sehingga sulit untuk melakukan pemindaian," lanjut pernyataan tersebut.
Untuk mengukur denyut jantung, Apple Watch memiliki sebuah sensor yang diletakkan di bagian bawah arloji atau tepat di atas pergelangan tangan.
Saat pengguna ingin mengetahui denyut jantung, sensor menyala di atas permukaan tangan. Sensor yang berkedip ratusan kali per detik tersebut, mengandalkan cahaya hijau sebagai warna yang dapat diserap darah.
Setiap kali jantung berdetak, darah mengalir melalui pergelangan tangan. Dengan menyerap cahaya melalui sensor, Apple Watch dapat menentukan detak jantung seseorang.
Oleh karena itu, warna tinta pada tato dapat menyebabkan Apple Watch salah menterjemahkan warna cahaya dan mengurangi akurasi pemindaian detak jantung.
Apple mengatakan, solusi untuk masalah itu mungkin dengan menggunakan monitor detak jantung eksternal, meskipun hal ini menghilangkan tujuan utama fitur sensor tersebut.
Sejauh ini, belum ada keterangan apakah Apple akan menghadirkan pembaruan teranyar untuk sensor detak jantung terkait masalah itu.
Apple Watch, yang memerlukan setidaknya iPhone 5 untuk menjalankan aplikasi dasar dan menerima notifikasi, merupakan produk pertama Apple yang dapat dikenakan (wearable).
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keterbatasan netra tak halangi warga Penganthi hidupkan malam Ramadhan
08 April 2023 18:44 WIB, 2023
Halangi penyidikan KPK, kerabat mantan Sekretaris MA dituntut 7 tahun penjara
27 September 2021 12:17 WIB, 2021
FIFA desak Liga Inggris dan Liga Spanyol tak halangi pemain bela negaranya
26 August 2021 5:33 WIB, 2021
Gol spektakuler Porto tak cukup halangi Chelsea ke semifinal Liga Champions
14 April 2021 4:46 WIB, 2021
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024