GP Ansor Dukung Pemblokiran Situs Berbau Ajaran Radikal
Senin, 13 April 2015 7:56 WIB
Ilustrasi. Adukan Ajaran Radikal. Forum Guru dan Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat mengadukan temuan buku pelajaran agama berisi ajaran radikalisme terbitan Kemendikbud ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, Bandung, Selasa (31/3/15). Fortusis m
"Soal pemblokiran situs radikal Ansor Mamuju sepakat, sebab situs tersebut mengajarkan sesuatu yang berbau radikal, suka mengkafirkan dan mengancam keutuhan Negara Republik Indonesia dan itu harus disingkirkan," kata Sekertaris GP Ansor Mamuju, Sukriadi Amil di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, pemerintah juga tidak akan melakukan hal yang semena-mena dalam mengambil tindakan pemblokiran dan itu demi keutuhan negara.
"Pemerintah selalu berdasar pada rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang tentunya sudah melalui kajian komprehensif bahwa situs tersebut menjadi ajang propaganda penyebaran paham radikal dan intoleran," katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, Ansor Mamuju menyatakan mendukung sikap pemerintah melakukan pemblokiran ajaran radikal tersebut dan berharap masyarakat memahami sikap pemerintah yang menjaga keamanan negara.
Ia juga menyatakan, mendukung pemerintah membentuk Badan Cyber Nasional (BCN) untuk menjaga pertahanan negara dari pengaruh global saat ini melalui dunia maya.
"Kalau melihat situasi dan perkembangan di abad ini kami pengurus Ansor di Mamuju setuju dibentuknya BCN untuk memperkuat ketahanan negara dari pengaruh luar," katanya.
Menurut dia, peran Cyber Media telah terjadi di sejumlah negara, sehingga langkah negara harus jelas dalam mengantisipasi itu dengan membentuk BCN.
Sudah sangat tepat jika pemerintah semestinya memiliki BCN yang punya tugas khusus untuk pertahanan negara.
Ia mengatakan, pemerintah juga tidak akan melakukan hal yang semena-mena dalam mengambil tindakan pemblokiran dan itu demi keutuhan negara.
"Pemerintah selalu berdasar pada rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang tentunya sudah melalui kajian komprehensif bahwa situs tersebut menjadi ajang propaganda penyebaran paham radikal dan intoleran," katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, Ansor Mamuju menyatakan mendukung sikap pemerintah melakukan pemblokiran ajaran radikal tersebut dan berharap masyarakat memahami sikap pemerintah yang menjaga keamanan negara.
Ia juga menyatakan, mendukung pemerintah membentuk Badan Cyber Nasional (BCN) untuk menjaga pertahanan negara dari pengaruh global saat ini melalui dunia maya.
"Kalau melihat situasi dan perkembangan di abad ini kami pengurus Ansor di Mamuju setuju dibentuknya BCN untuk memperkuat ketahanan negara dari pengaruh luar," katanya.
Menurut dia, peran Cyber Media telah terjadi di sejumlah negara, sehingga langkah negara harus jelas dalam mengantisipasi itu dengan membentuk BCN.
Sudah sangat tepat jika pemerintah semestinya memiliki BCN yang punya tugas khusus untuk pertahanan negara.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
GP Ansor bentuk Asta Cita Center, siap kawal program prioritas pemerintah
15 January 2025 19:00 WIB, 2025
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017