Hal ini berarti, aroma tubuh seseorang akan lebih wangi seiring jumlah keringatnya meningkat. Sistem ini diciptakan dengan memasukkan mewangian dalam cairan ion (garam berbentuk cair) yang tak berbau.
"Cairan ion" ini lalu mengeluarkan aromanya saat kontak dengan air, sehingga memungkinkan lebih banyak aroma parfum keluar mengenai kulit pemakainya. Menurut peneliti, sistem ini juga mampu menghilangkan bau badan akibat keringat.
Senyawa tiol yang bertanggung jawab pada keringat ditarik oleh cairan ion, sehingga kehilangan potensinya.
"Ini merupakan terobosan yang menggunakan sistem cairan ion terbaru untuk mengeluarkan material. Tak hanya berpotensi bagi keperluan komersial, misalnya untuk parfum dan krim kosmetik, namun sistem ini juga dapat digunakan untuk area lain ilmu pengetahuann," kata ketua proyek, Dr. Nimal Gunaratne, seperti dilansir laman publik Queen's University Belfast.
Peneliti Kembangjkan Sistem Parfum Mengeluarkan Banyak Aroma Kondisi Lembab
Senin, 6 April 2015 12:17 WIB
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan)
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Inovasi sampo antiketombe berbasis jeruk nipis, tim UMS raih Silver Medal JISF 2026
02 May 2026 14:40 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
PILARS Sekolah Vokasi Undip sajikan desain interior di Musda HDII Jateng 2026
14 April 2026 12:29 WIB