Lantai Candi Borobudur Akan Dilapisi Karet
Jumat, 27 Maret 2015 15:38 WIB
Pekerja menyemprotkan air untuk membersihkan debu vulkanik Gunung Kelud, di Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (22/2). Setelah hampir satu pekan ditutup untuk wisatawan karena diselimuti debu vulkanik Kelud, Candi Borobudur kini mulai dibuka kembali de
"Saat ini telah dilakukan uji coba pelapisan tangga candi menggunakan kayu, namun dari segi estetika kurang pas, karena warna kayu tidak sesuai dengan warna batu candi," katanya di Magelang, Jateng, Jumat.
Ia mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba pelapisan tangga candi menggunakan bahan karet dan disesuaikan dengan warna batu.
"Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta untuk menentukan bentuk dan jenis karet yang sesuai," ungkapnya.
Ia mengatakan BBKKP akan melihat bagiamana jenis karet yang cocok, kemudian baru dilakukan eksperimen di lapangan.
"Merancang dulu bentuk lapisannya bagaimana, kemudian dipasang di lapangan setelah itu dipantau, menyebar kuesioner pada pengunjung bagaimana hasilnya baru ditentukan langkah selanjutnya," tuturnya.
Ia mengatakan, karet ini pun belum tentu final karena model penguatan konstruksinya bagaimana juga perlu dipecahkan, jangan sampai pelapisan itu hanya seperti keset diletakkan di atas batu tangga, nanti justru bisa tergelincir dan mencelakai pengunjung.
Ia menuturkan pelapisan tangga menggunakan kayu memang kuat, tetapi beberapa narasumber melihat secara estetik kurang maka perlu alternatif lain.
Ia mengatakan mudah-mudahan penggunaan bahan karet bisa lebih bagus dan secara konstruksi bisa kuat. Namun, pelapisan dengan bahan apa pun tidak boleh menggunakan lem untuk mengingat batu.
"Uji coba dengan lapisan karet kami targetkan sebelum tengah tahun selesai dan pada tengah tahun nanti nanti kami sudah bisa mengambil keputusan lapisan apa yang mau digunakan," pungkasnya.
Ia mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba pelapisan tangga candi menggunakan bahan karet dan disesuaikan dengan warna batu.
"Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta untuk menentukan bentuk dan jenis karet yang sesuai," ungkapnya.
Ia mengatakan BBKKP akan melihat bagiamana jenis karet yang cocok, kemudian baru dilakukan eksperimen di lapangan.
"Merancang dulu bentuk lapisannya bagaimana, kemudian dipasang di lapangan setelah itu dipantau, menyebar kuesioner pada pengunjung bagaimana hasilnya baru ditentukan langkah selanjutnya," tuturnya.
Ia mengatakan, karet ini pun belum tentu final karena model penguatan konstruksinya bagaimana juga perlu dipecahkan, jangan sampai pelapisan itu hanya seperti keset diletakkan di atas batu tangga, nanti justru bisa tergelincir dan mencelakai pengunjung.
Ia menuturkan pelapisan tangga menggunakan kayu memang kuat, tetapi beberapa narasumber melihat secara estetik kurang maka perlu alternatif lain.
Ia mengatakan mudah-mudahan penggunaan bahan karet bisa lebih bagus dan secara konstruksi bisa kuat. Namun, pelapisan dengan bahan apa pun tidak boleh menggunakan lem untuk mengingat batu.
"Uji coba dengan lapisan karet kami targetkan sebelum tengah tahun selesai dan pada tengah tahun nanti nanti kami sudah bisa mengambil keputusan lapisan apa yang mau digunakan," pungkasnya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
Polres Purbalingga perkuat pelayanan masyaralat jelang Operasi Lilin Candi 2025
18 December 2025 19:57 WIB
Propam Polres Wonosobo perketat Gaktibplin jelang Operasi Lilin Candi 2025
15 December 2025 14:45 WIB