Fujitsu Kembangkan tag RFID Termungil di Dunia
Rabu, 21 Januari 2015 18:53 WIB
Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan. (ANTARA News/Suryanto)
Penggunaan sistem RFID semakin populer berkat tingginya efisiensi yang ditawarkan terutama dalam pengelolaan komponen dan inventarisasi produk. Dengan menyematkan tag RFID pada komponen dan produk, identifikasi informasi mengenai benda tersebut akan lebih mudah melalui gelombang radio.
Selama ini banyak peneliti dunia kesulitan untuk menciptakan tag RFID berukuran mungil karena ukuran fisik tag akan menentukan daya jangkau frekuensi gelombang radionya.
Sebagai conton, supaya dapat menghantarkan komunikasi dalam jangkauan jarak 2 meter dengan baik, maka dengan panjang gelombang radio tersebut, ukuran tag disyaratkan minimal sepanjang 75 mm atau memiliki ketebalan minimal kira-kira 5 mm, menurut Fujitsu Indonesia dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News di Jakarta, Rabu.
“Fujitsu Laboratories kini telah berhasil mengembangkan sebuah teknologi yang menggunakan sebuah loop structure atau struktur tersimpai inovatif berbahan plastik ultra tipis untuk memancarkan gelombang radio, sehingga dari ide tersebut dapat terciptalah sebuah tag RFID dengan ukuran termungil di dunia," kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad Sofwan.
Ukuran tag RFID buatan Fujitsu yang diklaim terkecil di dunia itu berpanjang hanya 30 mm dan tebal hanya 0,5 mm, serta dapat dilekatkan pada berbagai jenis objek.
“Berkat teknologi tersebut, kini tag RFID super mungil dan tipis tersebut akan segera dapat diaplikasikan untuk berbagai macam manfaat dan kebutuhan, seperti pengelolaan bagian-bagian mesin atau bahkan disematkan di kartu identitas yang biasa digunakan orang sebagai alat pengontrol akses,†kata Achmad Sofwan.
Sistem RFID bekerja memanfaatkan pita UHF dengan wilayah yang mendekati frekuensi seperti yang biasa digunakan oleh televisi, radio, atau telepon. Sehingga, jangkauan komunikasi yang dihantarkannya pun bisa relatif jauh, mencapai beberapa meter.
Ukuran RFID merupakan besaran yang terkait erat dengan faktor-faktor, seperti ukuran bahan penyela, jangkauan komunikasi yang dikehendaki, serta panjang gelombang radio yang digunakan.
Ketika menggunakan penyela setebal 1 mm, supaya jangkauan komunikasi bisa mencapai 2 meter atau lebih jauhnya, maka ukuran panjang RFID minimal yang disyaratkan adalah 75 mm atau setara dengan seperempat panjang gelombang radio 300 mm.
Selama ini banyak peneliti dunia kesulitan untuk menciptakan tag RFID berukuran mungil karena ukuran fisik tag akan menentukan daya jangkau frekuensi gelombang radionya.
Sebagai conton, supaya dapat menghantarkan komunikasi dalam jangkauan jarak 2 meter dengan baik, maka dengan panjang gelombang radio tersebut, ukuran tag disyaratkan minimal sepanjang 75 mm atau memiliki ketebalan minimal kira-kira 5 mm, menurut Fujitsu Indonesia dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News di Jakarta, Rabu.
“Fujitsu Laboratories kini telah berhasil mengembangkan sebuah teknologi yang menggunakan sebuah loop structure atau struktur tersimpai inovatif berbahan plastik ultra tipis untuk memancarkan gelombang radio, sehingga dari ide tersebut dapat terciptalah sebuah tag RFID dengan ukuran termungil di dunia," kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad Sofwan.
Ukuran tag RFID buatan Fujitsu yang diklaim terkecil di dunia itu berpanjang hanya 30 mm dan tebal hanya 0,5 mm, serta dapat dilekatkan pada berbagai jenis objek.
“Berkat teknologi tersebut, kini tag RFID super mungil dan tipis tersebut akan segera dapat diaplikasikan untuk berbagai macam manfaat dan kebutuhan, seperti pengelolaan bagian-bagian mesin atau bahkan disematkan di kartu identitas yang biasa digunakan orang sebagai alat pengontrol akses,†kata Achmad Sofwan.
Sistem RFID bekerja memanfaatkan pita UHF dengan wilayah yang mendekati frekuensi seperti yang biasa digunakan oleh televisi, radio, atau telepon. Sehingga, jangkauan komunikasi yang dihantarkannya pun bisa relatif jauh, mencapai beberapa meter.
Ukuran RFID merupakan besaran yang terkait erat dengan faktor-faktor, seperti ukuran bahan penyela, jangkauan komunikasi yang dikehendaki, serta panjang gelombang radio yang digunakan.
Ketika menggunakan penyela setebal 1 mm, supaya jangkauan komunikasi bisa mencapai 2 meter atau lebih jauhnya, maka ukuran panjang RFID minimal yang disyaratkan adalah 75 mm atau setara dengan seperempat panjang gelombang radio 300 mm.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kembangkan material ramah lingkungan pengganti kayu, Mahasiswa UMS raih perunggu pada AISEEF 2026
28 February 2026 13:22 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak warga kembangkan pertanian organik skala rumah tangga
20 February 2026 18:16 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS tambah Doktor Ilmu Pendidikan, kembangkan buku Pancasila berorientasi Multiple Sources Learning
12 February 2026 14:46 WIB
UMS lahirkan Doktor Pendidikan, kembangkan inovasi media B'Math atasi rendahnya kemampuan berhitung siswa SD
12 February 2026 14:31 WIB
UMS dan Kementerian PU berkolaborasi kembangkan aplikasi simulasi vegetasi lanskap
06 February 2026 13:57 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
UMS dipercaya PP Muhammadiyah kembangkan infrastruktur geospasial persyarikatan
27 January 2026 12:52 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB