IHSG Dibuka Melemah Tipis sebesar 2,34 Poin
Kamis, 13 November 2014 10:33 WIB
ILUSTRASI (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
IHSG BEI dibuka melemah sebesar 2,34 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.046,49. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 0,58 poin atau 0,07 persen ke posisi 862,60.
"Mengikuti bursa saham AS, bursa Asia pagi ini termasuk IHSG BEI bergerak mendatar. Pelaku pasar sedang menantikan data penjualan ritel dan produksi industri Tiongkok yang akan diumumkan," kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa sentimen dari pidato Presiden RI Joko Widodo di hadapan CEO negara peserta APEC terkait kebijakan mengalokasikan subsidi BBM ke hal yang produktif diharapkan menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.
Selain itu, lanjut dia, Jokowi juga ikut mengundang investor untuk melakukan Investasi terutama infrastruktur pelabuhan, kereta api, perkapalan, dan pembangkit listrik. Indonesia meyakinkan untuk masalah ijin bisnis akan jauh lebih baik.
Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengatakan bahwa pelaku pasar di dalam negeri sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunga acuan (BI rate).
Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah juga sedang mengkalkulasi ulang kisaran harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seiring dengan turunnya harga minyak dunia.
"Indeks BEI diperkirakan bergerak di kisaran 4.965-5.102 poin dengan potensi masih melanjutkan penguatan," paparnya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 24,31 poin (0,10 persen) ke 23.962,49, indeks Nikkei naik 45,66 poin (0,27 persen) ke 17.243,94, dan Straits Times menguat 9,57 poin (0,29 persen) ke posisi 3.292,13.
"Mengikuti bursa saham AS, bursa Asia pagi ini termasuk IHSG BEI bergerak mendatar. Pelaku pasar sedang menantikan data penjualan ritel dan produksi industri Tiongkok yang akan diumumkan," kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa sentimen dari pidato Presiden RI Joko Widodo di hadapan CEO negara peserta APEC terkait kebijakan mengalokasikan subsidi BBM ke hal yang produktif diharapkan menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.
Selain itu, lanjut dia, Jokowi juga ikut mengundang investor untuk melakukan Investasi terutama infrastruktur pelabuhan, kereta api, perkapalan, dan pembangkit listrik. Indonesia meyakinkan untuk masalah ijin bisnis akan jauh lebih baik.
Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengatakan bahwa pelaku pasar di dalam negeri sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunga acuan (BI rate).
Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah juga sedang mengkalkulasi ulang kisaran harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seiring dengan turunnya harga minyak dunia.
"Indeks BEI diperkirakan bergerak di kisaran 4.965-5.102 poin dengan potensi masih melanjutkan penguatan," paparnya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 24,31 poin (0,10 persen) ke 23.962,49, indeks Nikkei naik 45,66 poin (0,27 persen) ke 17.243,94, dan Straits Times menguat 9,57 poin (0,29 persen) ke posisi 3.292,13.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Musykom XLI PK IMM Pondok Shabran UMS resmi dibuka, dorong pembaruan gagasan kader
27 December 2025 17:03 WIB
Meriah dan Spektakuler!!! POMNAS XIX 2025 Resmi Dibuka, UMS Tuan Rumah Pencak Silat
20 September 2025 11:25 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Sedekah Sampah Memotivasi Masyarakat lebih Mencintai Lingkungan dan Beramal
12 February 2017 14:35 WIB, 2017
Emil: Subuh Waktu Optimal Sampikan Pesan, Karena Otak Manusia belum Termanipulasi Hal Negatif
12 February 2017 14:29 WIB, 2017
Ketinggian Air Bendung Katulampa Naik Namun Masih Siaga Tiga Banjir
12 February 2017 14:06 WIB, 2017
Istiqlal Tak Mampu Tampung, Lautan Massa 112 Meluap ke Lapangan Banteng
11 February 2017 12:30 WIB, 2017