Gelandangan dan Pengemis Diberi Kambing dan Mesin Jahit
Kamis, 23 Oktober 2014 12:08 WIB
Wanita pengemis menggendong bocah yang beroperasi di jalan raya.
"Bantuan dalam program usaha ekonomi produktif (UEP) yang disalurkan pada 21-22 Oktober itu berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah," kata Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Purbalingga Tri Widiowati di Purbalingga, Kamis.
Menurut dia, pemberian bantuan UEP itu terbagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok PGOT, kelompok anak jalanan, dan kelompok penderita penyakit kronis.
"Penderita penyakit kronis ini terdiri penderita kusta, paru-paru, dan sebagainya," kata dia menjelaskan.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa bantuan bagi penderita penyakit kronis yang bermukim di Kecamatan Karangmoncol itu berupa kambing dan mesin jahit.
Menurut dia, PGOT yang bermukim di Kecamatan Kaligondang, Pengadegan, Padamara, dan Purbalingga mendapat bantuan berupa kambing, alat usaha, dan sepeda.
Sementara bagi anak jalanan yang berada di Kecamatan Kemangkon, Kalimanah, Kejobong, Kaligondang, dan Bukateja menerima bantuan berupa kambing.
"Secara keseluruhan jumlah kambing yang diberikan sebanyak 65 ekor. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dengan demikian, kata dia, bantuan melalui program UEP tersebut dapat mengurangi jumlah PGOT maupun anak jalanan.
Menurut dia, program UEP sangat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas masyarakat yang kurang mampu.
"PGOT dan anak-anak jalanan adalah salah satu kelompk marjinal yang harus kita angkat kehidupan sosialnya," kata Widiowati.
Menurut dia, pemberian bantuan UEP itu terbagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok PGOT, kelompok anak jalanan, dan kelompok penderita penyakit kronis.
"Penderita penyakit kronis ini terdiri penderita kusta, paru-paru, dan sebagainya," kata dia menjelaskan.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa bantuan bagi penderita penyakit kronis yang bermukim di Kecamatan Karangmoncol itu berupa kambing dan mesin jahit.
Menurut dia, PGOT yang bermukim di Kecamatan Kaligondang, Pengadegan, Padamara, dan Purbalingga mendapat bantuan berupa kambing, alat usaha, dan sepeda.
Sementara bagi anak jalanan yang berada di Kecamatan Kemangkon, Kalimanah, Kejobong, Kaligondang, dan Bukateja menerima bantuan berupa kambing.
"Secara keseluruhan jumlah kambing yang diberikan sebanyak 65 ekor. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dengan demikian, kata dia, bantuan melalui program UEP tersebut dapat mengurangi jumlah PGOT maupun anak jalanan.
Menurut dia, program UEP sangat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas masyarakat yang kurang mampu.
"PGOT dan anak-anak jalanan adalah salah satu kelompk marjinal yang harus kita angkat kehidupan sosialnya," kata Widiowati.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UIN Walisongo kukuhkan 10 guru besar, komitmen sebagai kampus unggul dan bereputasi global
14 February 2026 13:21 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB