"Yang ada dalam politik itu kepentingan permanen. Kepentingan mendapatkan kekuasaan, kalau kepentingannya sama jadi kawan, kalau kepentingannya beda bisa jadi lawan," katanya di Semarang, Sabtu. ...
"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang perlu mengangkat wakil menteri untuk mengakomodasi kalangan profesional agar bisa masuk dan membantu kerja menterinya," kata Susilo Utomo di Semarang, ...
   "Idealnya, Jokowi harus membentuk kabinet dengan 60 persennya diisi kalangan profesional, sementara 40 persennya bisa diisi figur partai politik (parpol) dan kalangan netral," katanya di ...
"Setiap penelitian, termasuk 'quick count', atau hitung cepat, didasari tanggung jawab etis dan metodologis," katanya di Semarang, Rabu, menanggapi perbedaan 'quick count' hasil Pilpres 2014. ...
"Di detik-detik terakhir Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014, setiap langkah yang dilakukan sangat memengaruhi pemilih. Hati-hati jangan sampai 'blunder' yang malah merugikan," katanya di ...
"Bu Rustri memiliki pengaruh besar untuk mendongkrak perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta di Jateng. Tergantung keseriusan Bu Rustri menggerakkan jaringan pendukungnya," katanya di Semarang, Kamis. ...
"Dari empat kali penyelenggaraan debat, baik capres maupun cawapres, saya melihat kekurangannya pada penekanan aspek 'action plan' (rencana aksi) program yang mereka usung," katanya di ...
"Kalau benar dukungan itu (Prabowo-Hatta, red.), ya wajar saja. Rustriningsih merupakan figur kader yang baik di PDI Perjuangan, namun keadaan yang menekannya sehingga tidak bisa eksis," ...
"Anggota dewan memiliki tantangan dan tanggung jawab besar untuk menjalankan fungsinya secara benar," katanya dalam diskusi bertajuk "Menyongsong Kinerja Legislator 2014-2019" di ...
"Masyarakat selama ini lebih melihat bagaimana performa capres dan cawapresnya dalam debat. Bukan hal-hal yang bersifat substansial dalam debat, seperti visi misi yang diusung," katanya di ...