Logo Header Antaranews Jateng

Pengamat: Legislator baru Harus Cepat Bekerja

Kamis, 26 Juni 2014 18:03 WIB
Image Print
ilustrasi


"Anggota dewan memiliki tantangan dan tanggung jawab besar untuk menjalankan fungsinya secara benar," katanya dalam diskusi bertajuk "Menyongsong Kinerja Legislator 2014-2019" di Semarang, Kamis.

Dalam diskusi yang diprakarsai Jurnalis DPRD Kota Semarang itu, pengajar FISIP Undip tersebut mengatakan banyak PR anggota dewan, khususnya DPRD setempat yang harus segera diselesaikan para legislator.

Ia menyebutkan menjawab aspirasi masyarakat yang sudah terserap menjadi kebijakan dan rancangan peraturan-peraturna daerah yang belum selesai menjadi beberapa PR yang harus diselesaikan anggota dewan.

"Untuk menjalankan PR itu, anggota dewan sebaiknya tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Tidak boleh terlalu lama, jadi begitu dilantik harus segera bekerja menjalankan tugasnya," katanya.

Agar bisa segera bekerja menjalankan trifungsi DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan, kata dia, tentunya anggota dewan harus membekali diri dengan pengetahuan, pengalaman, dan motivasi.

Pengetahuan, kata dia, bisa diperoleh, misalnya melalui banyak mencari referensi, aktif mengikuti pelatihan-pelatihan, dan bersikap disiplin dalam berbagai agenda yang dilaksanakan, seperti rapat paripurna.

"Kalau pengalaman bisa didapat melalui banyak melakukan tinjauan ke lapangan, bertemu masyarakat, terutama yang menjadi konstituennya. Tujuannya, supaya benar-benar memahami problem konstituen," katanya.

Sementara untuk motivasi, ia mengatakan tentunya harus berkaca terhadap diri sendiri berkaitan dengan pola pikir (mindset), termasuk kalau perlu "mindset" yang selama ini dipahami harus diubah.

"Motivasinya itu bagaimana? 'Lho' dulu berangkat jadi anggota dewan niatnya mau apa? Apa mau memperkaya diri atau bagaimana? Atau mau memperjuangkan aspirasi masyarakat," pungkas Teguh.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto menyampaikan untuk menjawab tantangan-tantangan yang akan dihadapi anggota dewan mendatang dibutuhkan hubungan komunikasi yang baik.

"Komunikasi yang baik harus dibangun bersama pihak eksekutif, begitu pula dengan masyarakat. Sebab, masyarakat tahunya kebijakan itu produk eksekutif. Peran anggota dewan jadi tidak tampak," katanya.

Perlu dibangun sistem bersama eksekutif untuk banyak bersosialisasi kepada masyarakat, kata dia, tujuannya agar masyarakat paham bahwa dalam kebijakan yang dihasilkan ada peran legislatif.

"Masyarakat tahunya ini-itu dari eksekutif, dari wali kota, dinas ini-itu. Kinerja dewan menjadi tidak tampak. Padahal, dewan punya andil dalam menghasilkan perda dan APBD," kata politisi PAN tersebut.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang membuka diskusi itu mengapresiasi keaktifan para anggota dewan baru mengikuti kegiatan tersebut dan diharapkan ke depannya bisa terus aktif dalam kegiatan serupa.

"Kami berharap rekan-rekan anggota dewan baru nantinya bisa menjadi mitra kerja Pemerintah Kota Semarang. Dinamika pembangunan membutuhkan komunikasi dua arah antara eksekutif dan legislatif," katanya.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026