
Dua Dusun Ini Terancam Terisolasi Bila Merapi Erupsi

Anggota Tim Siaga Desa Tlogolele Boyolali, Budi Harsono, di Boyolali, Rabu, mengatakan, dari hasil pemetaan ada dua dusun di Tlogolele yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III, yakni Stabelan dan Takeran yang jaraknya hanya sekitar 3,5 kilometer dari puncak.
Menurut dia, Dusun Stabelan letaknya lurus dari puncak sehingga daerah itu bisa terancam longsoran dari puncak Merapi jika terjadi bencana erupsi.
Selain itu, jalan evakuasi dari Stabelan turun ke Takeran menuju pusat Desa Tlogolele kondisi jalannya rusak dan melalui jembatan darurat sehingga medannya sedikit sulit dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut warga.
Menurut dia, jumlah warga di Stabelan maupun Takeran masing-masing sekitarc 120 kepala keluarga, sedangkan total penduduk Tlogolele sekitar 2.700 jiwa.
Namun, warga yang tergabung dalam Tim Siaga Merapi telah memperiapkan diri untuk penyelamatan jika Gunung Merapi betul-betul terjadi erupsi.
"Hal itu, sebagai upaya agar tidak terjadi korban jiwa dan kerugian saat erupsi. Jika terjadi erupsi, warga sudah melakukan persiapan dan akan mengevakuasi warga ke daerah Magelang yang lebih aman," katanya.
Menurut Camat Selo Wur Laksana, dari hasil pemetaan oleh Pemkab Boyolali, bahwa ada tiga dusun yang terancam terisolasi yakni Stabelan, Takeran di Desa Tlogolele, dan Bangusari di Klakah jika terjadi erupsi Merapi.
Menurut dia, dua dusun di Boyolali tersebut letaknya paling dekat dengan puncak Merapi, dan keduanya juga terancam longsoran.
Ia menjelaskan, Dusun Stabelan dan Takeran terancam terisolasi, karena jalur evakuasinya sangat sulit dan sempit. Jembatan gantung yang menghubungkan dusun itu terlalu sempit dilintasi kendaraan roda empat atau truk evakuasi.
"Kami masih mengupayakan solusi agar warga dapat dievakuasi dengan cepat, jika terjadi bencana Merapi," katanya.
Selain itu, daerah lain yang terancam terisolasi, yakni Dusun Bangunsari di Desa Klakah. Karena, jalur evakuasi terdekat masih terhalang jembatan darurat yang rusak. Jalur bisa dialihkan tetapi jaraknya terlalu jauh melalui Dusun Sumber, dan Bakalan.
Kendati demikian, pihaknya juga sudah mengumpulkan kepala desa di Kecamatan Selo, guna mengiventarisiasi, antara lain jumlah penduduk, hewan ternak, kendaraan yang bisa digunakn untuk evakuasi.
Setelah diperoleh data tersebut, kata dia, pihaknya tinggal memetakan, kemana warga akan dievakuasi jika terjadi bencana.
Pihaknya secara rutin terus mengikuti informasi terkini untuk melakukan sosialisasi kepada warga melalui Tim Siaga Merapi. Pihaknya terus mengimbau warga tetap waspada saat beraktivitas atau bekerja di ladang lereng Merapi.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
