
BPS:Harga Beras dan Cabai Turun, Jateng Deflasi

"Penurunan IHK ini karena subkelompok bahan pangan yang mengalami penurunan harga, di antaranya, beras dan cabai sebesar 1,63 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statitistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari di Semarang, Jumat.
Menurutnya penurunan harga beras karena bersamaan dengan panen raya sejumlah daerah di Jawa Tengah sehingga ketersediaan beras mengalami peningkatan.
"Melihat pada bulan April tahun lalu juga terjadi deflasi, trennya memang begitu karena terjadi panen raya padi di sejumlah daerah," jelasnya.
Jam jam mengatakan meskipun per 1 April lalu harga kendaraan mengalami kenaikan namun demikian tidak menjadi faktor terjadinya inflasi.
"Kondisi tersebut dikarenakan kendaraan dalam hal ini mobil bukan merupakan bahan pokok sehingga tidak setiap saat masyarakat membeli mobil, berbeda dengan kelompok makanan yang setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat," kata dia.
Pelaksanaan pemilu legislatif beberapa waktu lalu diakui Jam jam juga tidak berpengaruh terhadap deflasi karena masyarakat banyak menerima barang hasil pembagian saat kegiatan pemilu tersebut.
"Konsumsi masyarakat memang lebih tinggi namun itu kan hasil dari kegiatan kampanye setiap calon anggota legislatif maupun partai politik tertentu jadi bukan dari hasil belanja sendiri," kata dia.
Sementara itu dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) semuanya mengalami deflasi dengan angka tertinggi terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,37 persen dengan IHK 108,29.
Diikuti oleh kota lain yaitu Kudus sebesar 0,36 persen dengan IHK 116,45, Surakarta 0,15 persen dengan IHK 109,94, Cilacap 0,09 persen dengan IHK 113,26, Purwokerto 0,08 persen dengan IHK 111,28 dan terendah Kota Semarang dengan deflasi sebesar 0,04 persen dan IHK 110,92.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
