
Persip: Lupakan Kekalahan dari PSIS

Manajer Persip Pekalongan, Budi Setyawan, di Pekalongan, Kamis, mengatakan manajemen berusaha memotivasi para pemainnya untuk bermain lebih baik lagi melawan Persiku Kudus dan melupakan kekalahan atas PSIS Semarang, 0-2.
"Selama dua hari terakhir ini, kami terus meningkatkan latihan dan memotivasi para pemain bermain lepas dan melupakan kekalahan atas PSIS," katanya.
Ia mengatakan untuk menghadapi Persiku, Persip akan mewaspadai tendangan bola mati sehingga para pemainnya diharapkan bisa memimalkan pelanggaran di dekat lini pertahanan sendiri.
"Dari hasil evaluasi, terjadinya gol yang masuk ke gawang Persip adalah berasal dari tendangan bola mati. Oleh karena itu, kami berharap para pemain waspada terhadap tendangan bola mati dari tim lawan," katanya.
Ia mengatakan saat melawan Persiku, tim berjuluk "Laskar Kalong" menargetkan mampu meraih poin penuh di kandang sendiri setelah gagal meraih angka saat menjamu tim Mahesa Jenar beberapa hari lalu.
"Kami akan menerapkan strategi menyerang dengan formasi 4-4-2. Target menang harus bisa kami raih setelah sebelumnya kami kehilangan poin atas PSIS Semarang," katanya.
Pelatih Persip Pekalongan Sugeng Widodo mengaku jika anak asuhnya kurang percaya diri saat menghadapi PSIS Semarang pada laga lanjutan Divisi Utama di kandang sendiri, 22 April 2014.
"Sepertinya ada beban para pemain sehingga membuat mereka kurang konsentrasi di barisan pertahanan sehingga pemain penyerang seperti Julio Alcorse bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Oleh karena itu, kami instruksikan bermain fokus dan tidak terbebani," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
