Logo Header Antaranews Jateng

Kabupaten Pekalongan Nominator Bebas Malaria

Senin, 21 April 2014 20:59 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto ANTARA/Oka Barta)

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa sertifikat itu diberikan atas kemampuan Kabupaten Pekalongan dalam menjaga stabilitas daerah dari serangan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

"Rencananya pemberian sertifikat ini setelah tim survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia memberikan rekomendasi pada WHO atas hasil penelitian di Kabupaten Pekalongan" katanya.

Menurut dia, kabupaten/kota, provinsi, dan pulau dinyatakan sebagai daerah tereliminasi atau bebas malaria apabila tidak ditemukan lagi kasus penularan penyakit selama tiga tahun berturut-turut serta dijamin dengan kemampuan pelaksanaan survei yang baik.

"Kabupaten Pekalongan telah memenuhi kriteria itu, dan tidak ada yang terjangkit malaria, kecuali malaria impor sejak 2007," katanya.

Ia mengatakan bahwa pada eliminasi malaria, Kabupaten Pekalongan mewakili Provinsi Jawa Tengah bersama Kabupaten Magelang.

"Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa karena Kabupaten Pekalongan menjadi nominator sebelum batas waktu yang ditentukan karena secara nasional batas waktu bebas malaria di Pulau Jawa, Provinsi NAD, dan Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2015," katanya.

Menurut dia, langkah mencapai prestasi tersebut, pemkab secara kontinu melakukan program yang bertujuan menghapus penyakit malaria tersebut, seperti menugaskan juru malaria desa (JMD) di daerah rawan sebagai pengawas lalu lintas dan dinamika perkembangan penyakit malaria di daerah.

"Mereka inilah yang menjadi ujung tombak pengontrol penyakit malaria di daerah yang bertugas melakukan pengawasan terhadap lingkungan, kegiatan migrasi penduduk, serta aktif memberikan penyuluhan kepada warga," katanya.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026