
ISPA Serang Sebagian Korban Banjir Pekalongan

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa faktor lingkungan yang kotor akibat banjir menjadi media bagi bakteri tumbuh dengan subur dan menimbulkan sejumlah penyakit lainnya.
"Oleh karena itu, untuk membantu para korban banjir, kami telah memberikan pengobatan kepada 5.578 warga," katanya.
Menurut dia, keluhan penyakit para korban banjir yaitu dermatitis sebanyak 54,5 persen (3.032 orang), ISPA 16,2 persen (905 orang), myalgia 7,7 persen (429 orang), cepalgia 6,8 persen (376 orang), demam 6,5 persen (362 orang), gastrtitis 3,9 persen (220 orang), dan diare 1,4 persen (76 orang).
"Selain, para korban banjir juga terjangkit hipertensi sebanyak 1,4 persen (77 orang), gingivitis 0,5 persen (27 orang), konjungtivitis 0,09 persen (enam orang), dan penyakit lainnya lima orang," katanya.
Ia mengatakan pada banjir fase ketiga, sekitar 40 desa yang tersebar pada 10 kecamatan setempat dengan ketinggian air yang mencapai 40 centimeter hingga dua meter.
"Tempat pengungsian biasanya juga jauh dari lingkungan yang bersih sehingga kesehatan pengungsi perlu diperhatikan. Kami juga mengantisipasi ancaman penyakit pada korban banjir dengan menyiapkan obat-obatan yang diperlukan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
