Logo Header Antaranews Jateng

Terminal Kudus Lumpuh Total

Selasa, 21 Januari 2014 11:33 WIB
Image Print
Sejumlah anak bermain sepeda di jalan yang tergenang banjir di kawasan Mejobo, Kudus, Jateng, Minggu (19/1). Banjir akibat luapan Sungai Piji setinggi 30-60 cm itu merendam sejumlah titik di dua desa di kecamatan Mejobo. ANTARA FOTO/ Andreas Fitri At

Berdasarkan pengamatan Selasa (21/1) sekitar pukul 10.00 WIB, tak terlihat lalu lalang bus dan angkutan umum yang masuk ke terminal tersebut.

Bahkan, terminal terlihat sepi dan tidak ada pedagang yang buka, karena tidak ada bus maupun angkutan yang masuk terminal.

Kalaupun ada angkutan kota yang ada di dalam terminal, karena tidak bisa keluar terminal menyusul ketinggian genangan banjir mencapai 60 sentimeter.

Salah seorang pengamen yang setiap harinya mencari nafkah di Terminal Induk Jati Kudus, Rudi mengakui, sejak Selasa (21/1) sekitar pukul 05.00 WIB, dirinya tidak melihat ada bus antar kota dalam propinsi (AKDP) atau antar kota antar propinsi (AKAP) yang masuk terminal.

Demikian halnya, kata dia, angkutan kota juga tidak terlihat lalu lalang masuk ke terminal hingga siang hari.

Padahal, kata dia, Senin (20/1) aktivitas bus penumpang di terminal masih terlihat.

Rozikan (35), sopir angkutan kota jurusan Terminal Induk Jati-Terminal sub Karangmalang mengakui, tidak beroperasi karena mobilnya mogok setelah menerjang banjir.

Apalagi, kata dia, angkutan kota yang lainnya juga tidak ada yang beroperasi hingga terminal.

"Kalaupun beroperasi hanya di titik tertentu yang tidak ada genangan banjir," ujarnya.

Kepala UPTD Terminal Induk Jati, Kudus, Istiyanto mengungkapkan, aktivitas terminal mulai lumpuh sejak Selasa (21/1) pukul 00.00 WIB.

Selain di dalam terminal terjadi genangan banjir, katanya, akses jalan masuk ke terminal juga tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 70-an cm.

"Kalaupun ada akses jalan yang bisa masuk ke terminal, untuk keluarnya menuju Semarang juga terjadi hambatan karena ada genangan banjir," ujarnya.

Biasanya, kata dia, jumlah bus yang masuk ke terminal setiap harinya mencapai 30-an bus dan 50-an angkutan.

Terkait dengan nasib penumpang, kata dia, dimungkinkan sudah mengetahui adanya banjir di kawasan terminal sehingga mengurungkan kepergiannya.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026