
Uskup: Umat Cerdas Memilih

"Jadilah pemilih yang cerdas, agar memilih secara cerdas dan menggunakan hati nurani," katanya setelah memimpin misa kudus dalam perayaan akbar Hari Anak Misioner Sedunia ke-171 di Keuskupan Agung Semarang yang diikuti sedikitnya 10 ribu anak di Museum Misi Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di Magelang, Minggu.
Ia mengemukakan pentingnya umat sebagai pemilih mengenal secara baik siapa yang hendak dipilih pada pemilihan umum mendatang.
Pengenalan secara baik terhadap calon itu, katanya, antara lain menyangkut pribadi dan karakternya.
"Pilih calon yang memang dapat menjadi pemimpin, yang mengutamakan kesejahteraan bersama," katanya.
Selain itu, katanya, umat setempat juga harus menentukan pilihan terhadap partai politik yang memang memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Umat juga harus menghitung partai yang memang berjuang untuk keutuhan Republik Indonesia," katanya didampingi Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia (KKI) Romo Romanus Emmanuel Harjito dan Direktur Diosesan KKI Keuskupan Agung Semarang Romo Markus Nur Widipranoto.
Ia juga mengakui bahwa para calon anggota legislatif sudah melakukan pendekatan kepada umat terkait dengan pesta demokrasi mendatang.
"Tetapi umat Katolik yang mencalonkan diri, tidak bisa kalau hanya mengandalkan suara dari umat Katolik. Dia juga harus mengandalkan suara dari masyarakat yang lain," katanya.
Beberapa waktu lalu, Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Kevikepan Kedu yang berpusat di Kota Magelang, memprakarsai pertemuan dialogis perwakilan umat dengan para calon anggota legislatif bertema "Glenak-Glenik Kebangsaan".
Pertemuan itu, melibatkan para caleg, baik untuk DPRD provinsi maupun pusat dan Dewan Perwakilan Daerah dengan para tokoh umat berasal dari berbagai paroki di Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung.
Sebelumnya, Komisi P4K juga memprakarsai pertemuan serupa, antara para perwakilan pemuka umat di Kota Magelang dengan calon anggota legislatif setempat.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
