
Pakar: Cegah Dini Kanker Serviks
"Pencegahan dini menjadi kebutuhan penting, dengan menjaga kebersihan organ penting kewanitaan dan menghindari menikah muda," katanya saat memberikan kuliah umum bertema "Pharmaceutical Care for Cervical Cancer Prevention" yang diselenggarakan Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang di Magelang, Jumat.
Syed Azhar yang juga guru besar bidang Farmasi Klinis and Pharmaceutical Care Universiti Sains Malaysia itu, mengatakan bahwa kanker serviks di peringkat teratas di antara jenis kanker lainnya yang mengakibatkan kematian perempuan di dunia.
Di Indonesia, katanya, lebih dari 15 ribu perempuan terdeteksi kanker tersebut dengan penyebab utama, human papilloma virus (HPV) yang memiliki lebih dari 100 jenis, sedangkan yang paling berbahaya adalah HPV tipe 16 dan 18.
Ia mengatakan gejala kanker serviks, antara lain ditandai dengan perdarahan vagina yang abnormal di luar siklus menstruasi, keputihan vaginal yang abnormal, dan nyeri di perut bagian bawah.
Selain itu, katanya, faktor risiko kanker itu, karena menikah dalam usia muda atau di bawah 20 tahun, mitra seksual multiple, banyak melahirkan, dan defisiensi vitamin baik A, C, maupun E.
Ia mengemukakan upaya pencegahan serangan kanker serviks yang utama, adalah menjauhi faktor risiko tersebut dan memperdalam wawasan pengetahuan tentang penyakit tersebut.
Selain itu, katanya, upaya sekunder dengan deteksi dini melalui papsmears atau melalui metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).
Ia mengatakan mereka yang telah terdeteksi kanker serviks harus menjalani pengobatan adekuat, vaksinasi HPV, dukungan keluarga, dan fasilitas yang lengkap untuk pengobatan.
Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan pentingnya mahasiswa program studi farmasi dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi di daerah itu memiliki ilmu pengetahuan yang mamadai agar bisa menjalankan peran pentingnya dalam peningkatkan mutu layanan kefarmasian, terutama pencegahan kanker serviks.
"Selain menjadi subjek yang dapat terkena risiko kanker serviks, mereka juga merupakan calon tenaga kesehatan yang dapat menjadi referensi dan faktor pendorong dalam perubahan perilaku masyarakat yang positif, terutama dalam pencegahan kanker serviks," katanya.
Pengajar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang Prasojo Pribadi mengharapkan peserta kuliah umum itu dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam pencegahan serangan kanker serviks.
"Dan mampu mewujudkan pelayanan farmasi komunitas yang berorientasi kepada pasien, terutama pasien kanker serviks," kata Prasojo yang juga ketua panitia kuliah umum tersebut.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.