Logo Header Antaranews Jateng

Pasca Napi Kabur, Pengamanan Nusakambangan Ditingkatkan

Sabtu, 30 November 2013 19:02 WIB
Image Print
Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan


"Peningkatan pengamanan sebaiknya harus dilakukan. Peningkatan dari segi ketajaman, frekuensi kontrol, frekuensi pemeriksaan, hanya dalam bentuk-bentuk seperti itu yang sementara bisa kita lakukan," kata Hermawan, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Sabtu.

Akan tetapi jika peningkatan pengamanan dengan menambah personel, kata dia, tentunya tidak akan bisa dilakukan dalam waktu yang sesegera mungkin.

"Jadi, kami menekankan kepada kawan-kawan di lapangan, bangun keterpaduan, bangun komunikasi, bangun kekompakan, bangun kesatubahasaan dalam setiap langkah melaksanakan tugas di lapas-lapas yang ada di Nusakambangan ini khususnya, umumnya yang ada di Jawa Tengah," kata dia menambahkan.

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan dengan harapan setiap gejala dapat terdeteksi sedini mungkin, terutama terhadap gejala yang mengarah pada timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban.

"Saya sangat salut di balik rasa sedih dan duka, karena ditinggal lari oleh dua orang kemarin, pada hari Kamis (28/11) dini hari, tapi saya mengapresiasi, saya salut dengan kekompakan kawan-kawan di Nusakambangan ini melalui kerja sama dengan Polres Cilacap dan bersyukur dibantu oleh rekan-rekan dari Pusdik Kopassus Cilacap, sehingga yang lari itu dalam waktu 24 jam bisa tertangkap," katanya.

Ia mengakui kemungkinan adanya napi yang melarikan diri merupakan risiko yang harus dihadapi oleh petugas lapas meskipun seharusnya hal itu tidak boleh terjadi.

Akan tetapi, kata dia, kapan pun hal itu akan terjadi, namun petugas pemasyarakatan tetap berusaha mencarinya dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

"Ini contoh di Lapas Narkotika, isinya lebih dari 400 napi, satu regu (jaga, red.) hanya empat orang. Padahal, di sini ada beberapa titik yang harus diisi, portir, komandan jaga, blok dalam, selesai, belakang siapa yang mengawasi," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa berkat kekuatan doa dan dengan pendekatan, hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu ketertiban dapat dieliminasi.

Disinggung mengenai dua napi yang telah ditangkap kembali setelah berusaha kabur, Hermawan mengatakan bahwa mereka saat ini telah ditempatkan kembali ke Lapas Batu.

Seperti diwartakan, dua napi Lapas Batu atas nama Harun bin Aziz dan Suhardi bin Abdul Hamid dilaporkan kabur dengan cara merusak terali besi kamar.

Kaburnya dua napi tersebut diketahui pada Kamis (28/11), sekitar pukul 07.00 WIB, saat pengecekan dalam apel pagi di Lapas Batu.

Harun bin Aziz merupakan seorang terpidana mati pindahan dari Lapas Jambi, sedangkan Suhardi bin Hamid merupakan terpidana seumur hidup pindahan dari Lapas Temanggung. Keduanya terlibat dalam kasus perampokan di tempat terpisah.

Kedua napi tersebut akhirnya dapat ditangkap kembali pada Jumat (29/11) di sekitar lokasi tambang PT Holcim Indonesia, Pulau Nusakambangan, yakni Suhardi bin Abdul Hamid ditangkap sekitar pukul 01.30 WIB, sedangkan Harun bin Aziz ditangkap sekitar pukul 04.30 WIB.

Sebelumnya, seorang napi kasus pembunuhan, Ahmad Yusuf alias Oji (41) dilaporkan kabur sejak Kamis (14/11).

Oji yang sedang menjalani masa asimilasi diketahui keluar dari Lapas Batu sekitar pukul 14.00 WIB untuk melaksanakan tugas membuang sampah.

Akan tetapi hingga waktu apel sore, sekitar pukul 17.30 WIB, Oji tidak kembali ke dalam lapas hingga akhirnya dilaporkan kabur.

Oji yang tercatat sebagai warga Kelurahan Kramat RT 14 RW 05, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, divonis hukuman penjara selama 20 tahun atas kasus pembunuhan.

Dia telah menjalani hukuman tersebut sekitar 12 tahun atau lebih dari setengah masa pidana dan pernah memperoleh remisi, sehingga berhak menjalani masa asimilasi dengan bekerja di luar lapas.

Hingga saat ini, Oji masih dalam pengejaran petugas gabungan dari Lapas Batu dan Polres Cilacap.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026