
Awas, 12 Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor

Kepala Seksi Rekonstruksi BPBD Kota Semarang Purwadi, di Semarang, Jumat mengatakan kecamatan rawan longsor di antaranya, Kecamatan Tembalang, Banyumanik, Candisari, Gajahmungkur, Ngaliyan, dan sebagian wilayah Kecamatan Semarang Barat.
"Selain longsor, bencana lain yang harus diwaspadai adalah banjir dan angin puting beliung serta tanah retak untuk daerah rawan longsor," katanya.
Sementara wilayah yang rawan banjir adalah yang dekat dengan perbatasan pantai utara Jawa seperti Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Timur, sebagian Kecamatan Gayamsari, dan Kecamatan Genuk.
BPBD Kota Semarang, kata Purwadi, telah melaksanakan kegiatan pemetaan dan menyiapkan posko penanggulangan bencana untuk masyarakat selama 24 jam.
Selain polisi, TNI, relawan, dan masyarakat juga dilibatkan untuk penanganan bencana dengan terlebih dahulu dibekali dengan pelatihan melalui kegiatan gladi lapang.
Gladi lapang sebelumnya dilaksanakan di Pantai Marina yang diikuti oleh 80 orang terdiri atas 30 orang penyelamat BPBD dan 50 orang relawan dari semua Kecamatan se-Kota Semarang," katanya.
Untuk memudahkan penanganan bencana, BPBD juga membentuk kelurahan siaga bencana yang terdiri atas daerah yang masuk dalam peta rawan bencana. Di masing-masing kelurahan tersebut terdapat sekitar 40 orang pengurus yang sudah dilatih cara penanganan bencana.
Pewarta: Nandana Dwitiya Swastha dan Nu
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
