
Kapolri Baru Diharapkan Berjiwa Reformis

"Kapolri ke depan harus berjiwa reformis, karena budaya polisi egosentrisnya masih tinggi sekali," katanya, di Purwokerto, Senin.
Oleh karena itu, kata dia, ke depannya harus ada keterbukaan manajemen dan memiliki keberanian mengungkap kasus-kasus lama di lingkup kepolisian.
Selain itu, lanjut dia, kapolri yang baru harus bisa mengembalikan citra polisi yang dinilai sebagai lembaga terkorup.
"Ini tantangan yang paling berat, mengembalikan citra polisi yang paling korup menjadi tidak korup," kata dia yang pernah mengikuti seleksi calon hakim agung pada 2012.
Menurut dia, masyarakat saat ini mengharapkan adanya perubahan yang cepat di tubuh Polri dalam beradaptasi dengan lingkungannya.
Ia menilai Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang sebentar lagi pensiun memiliki kinerja yang bagus tetapi lambat dalam melakukan reformasi di tubuh Polri.
"Padahal, Polri merupakan garda terdepan dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat," katanya.
Disinggung mengenai Komisaris Jenderal Sutarman yang merupakan calon tunggal Kapolri, dia menilai Sutarman memiliki rekam jejak yang cukup bagus selama menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Markas Besar Polri.
Dalam hal ini, kata dia, Komjen Sutarman memiliki keberanian dalam menindak berbagai kasus yang melibatkan polisi.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
