Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur: Petani Harus Sesuaikan Perubahan Iklim

Sabtu, 14 September 2013 19:01 WIB
Image Print
ilustrasi


"Mau atau tidak mau, kita harus menyesuaikan itu (perubahan iklim, red.). Perubahan iklim yang luar biasa ini mesti harus kita antisipasi dengan sistematis, tidak bisa datar-datar saja," katanya, di Purbalingga, Sabtu.

Dia mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait tanaman pertanian yang berpotensi puso akibat kekeringan.

Gubernur mengatakan masalah kekeringan merupakan fenomena tahunan, sehingga ada beberapa cara untuk mengantisipasinya yakni untuk jangka pendek adalah penyaluran bantuan air bersih dan membuat sumur artesis, sementara untuk jangka panjang berupa kegiatan penghijauan.

"Kalau kita tidak mau menghijaukan gunung, kita selamanya akan seperti ini," kata dia menegaskan.

Oleh karena itu, Gubernur mengharapkan masyarakat untuk giat melakukan kegiatan penghijauan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kekeringan di musim kemarau.

"Kita harapkan menanam menjadi kebiasaan dan kebudayaan, sehingga hal itu bisa berjalan," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Badan Koordinasi Wilayah III Jateng (Banyumas-Pekalongan), Suyanto mengatakan bahwa Pemprov Jateng melalui Bakorwil III telah menyiapkan 1.008 tangki air bersih untuk membantu masyarakat di eks Keresidenan Banyumas dan Pekalongan.

Dari 1.008 tangki air bersih yang disiapkan Bakorwil III Jateng, 450 tangki sudah disalurkan untuk Kabupaten Cilacap dan Pekalongan.

"Biasanya pada bulan Juni sudah banyak permohonan bantuan air bersih, namun hingga sekarang baru Cilacap dan Pekalongan yang mengajukan. Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara baru berkoordinasi, belum mengajukan permohonan bantuan," katanya.



Pewarta:
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026