Logo Header Antaranews Jateng

Korban Kerusuhan Suporter Membaik

Kamis, 5 September 2013 16:26 WIB
Image Print
Sejumlah anggota kepolisian, mengevakuasi pemain PSS Sleman saat menghadapi Persis Solo dalam lanjutan Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Rabu (4/9). Persis Solo dinyatakan menang Walk Out dengan skor 3-0, setelah PSS Sleman menolak

Berdasarkan pantauan di RS Brayat Minulyo Solo, menyebutkan bahwa empat korban kerusuhan suporter di ruang bangsal, sedangkan satu lainnya, Arief Rahman Hidayatulloh (19) warga Totogan RT 05 RW 05 Madurejo Kabupaten Sleman, di ICU.

Empat korban yang menjadi pasien di bangsal di RS Brayat Minulyo, yakni Haryono Wibisono (19) warga Genengan Mojosongo Solo, Harry Sukma Pramana Putra (23) warga Manahan Solo, Yuneri Dwi Nugroho (15) warga Karanganom, Klaten, dan Tita Nico (15) warga Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten.

Menurut Kepala Humas RS Brayat Minulyo Solo, Brigitta Adventa F., ada tujuh pasien korban suporter sepak bola yang dirawat di Brayat Minulyo ini, tetap dua orang di antaranya, sudah diizinkan pulang atau rawat jalan.

Namun, lima pasien korban terluka akibat suporter tersebut kini sudah membaik.

Bahkan, pasien Arief Rahman Hidayatuloh yang dirawat di ruang ICU sebelum tidak sadaran diri kini sudah mulai sadar.

Pasien Arief tersebut mengalami luka luka memar otak, diwajah dan perutnya, tetapi dia sudah mulai sadar dan bisa diajak komunikasi.

Empat pasien lainnya yang masih dirawat di RS Brayat Minulyo mengalami luka ringan seperti wajahnya lebam, tangan dan kakinya.

Sementara akibat kerusuhan suporter saat pertandingan tim tuan rumah Persis Solo melawan PSS Sleman ada delapan korban, sedangkan tujuh di antaranya, dibawa ke rumah sakit.

Tujuh korban yang dirawat di RS Brayat Minulyo, yaitu Haryono Wibisono (19) warga Genengan Mojosongo Solo, Harry Sukma Pramana Putra (23) warga Manahan Solo, Yuneri Dwi Nugroho (15) warga Karanganom, Klaten, dan Arief Rahman Hidayatulloh (19) warga Totogan RT 05 RW 05 Madurejo Kabupaten Sleman, Tita Nico (15) warga Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Gani Eka (15) Gamping, Bantul, Provinsi DIY, dan Dicky Arie Pradana (17) warga Rukeman, Bantul, DIY.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026