
Mahfud Ajak Warga NU Dukung PKB

"Selama beberapa tahun ini, warga NU memang kebingungan mencari induk politik, sekarang PKB bisa menjadi tempat kembali menyalurkan aspirasi politik warga NU, karena kita di PKB sudah siap menegakan kembali visi Indonesia yang pluralisme," ujarnya, ditemui di sela-sela menghadiri Halal Bihalal dan Halaqoh Alim Ulama Majelis Silaturahmi Ulama Rakyat, di Kudus, Senin.
Hadir pada acara tersebut, yakni mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Ketua DPW PKB Jateng Muhammad Yusuf Chudlori, dan Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin.
Hal itu, lanjut dia, menjadi tonggak perjuangan PKB saat ini, meskipun di tempat lain juga ada pandangan serupa.
Akan tetapi, kata dia, PKB mempunyai naskah yang lebih otentik, karena penggagasnya almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang secara langsung pernah memperjuangkannya di kehidupan politik.
Terkait dengan penolakannya ikut konvensi calon presiden yang diadakan Partai Demokrat dan memilih PKB, kata dia, hasil konsultasinya dengan tokoh-tokoh di Nahdlatul Ulama dan kiai, tokoh perguruan tinggi serta tokoh lembaga swadaya masyarakat memang menyarankan dirinya memilih PKB.
Alasannya, kata dia, karena kimia politik dirinya dengan PKB lebih cocok dan sudah bersenyawa, karena sebelumnya pernah memimpin di partai tersebut cukup lama.
Selain itu, lanjut dia, satu-satunya gagasan yang cocok untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh massa besar sepert sekarang ini adalah gagasan almarhum Gus Dur tentang pluralisme dan demokrasi.
Gagasan tersebut, kata dia, kemudian diterima sebagai konsep dasar politik oleh kalangan Nahdliyin.
"Bagi saya tidak terlalu sulit memperjuangkan hal itu, karena sudah banyak belajar dan menjalankan cara pandang politik seperti itu sejak dulu," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
