
Kurang Siswa, Boleh Buka Pendaftaran Susulan
.jpg)
"Mereka (SD kekurangan siswa, red.) bisa membuka pendaftaran susulan, tetapi nanti setelah masa daftar ulang. Daftar ulang SD kan mulai 9-10 Juli 2013," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Kamis.
Sejumlah SD negeri di Kota Semarang kekurangan siswa dalam Penerimaan Peserta Didik (PPD) 2013, antara lain SD Negeri Petompon 03 yang hanya mendapat tujuh siswa dan SD Negeri Pedalangan 01 yang mendapat 10 siswa.
Ia menjelaskan proses pendaftaran susulan akan diserahkan kepada sekolah untuk menjaring siswa-siswa yang belum mendapatkan sekolah, tetapi dipastikan tidak ada tarik-menarik biaya dalam penerimaan tersebut.
"Kami hanya memfasilitasi, sementara kewenangan pembukaan pendaftaran susulan di tangan sekolah masing-masing. Namun, mereka melaporkan kekurangan beserta data pendaftar susulan kepada kami lebih dulu," katanya.
Berkaitan dengan adanya sejumlah SD negeri yang kekurangan siswa, ia mengatakan penyebabnya relatif banyak, di antaranya letak sekolah yang susah diakses dan sedikitnya anak usia sekolah yang tinggal di wilayah setempat.
"Permukiman yang sudah lama kan berbeda kondisinya dengan perumahan-perumahan baru. Perumahan baru banyak dihuni keluarga-keluarga muda, anak-anak kecilnya banyak. Sekolah di sekitar itu pasti ramai," katanya.
Ia menjelaskan persaingan di sekolah-sekolah tertentu yang dekat dengan perumahan baru tentu lebih besar karena pendaftar membeludak sehingga cukup banyak pendaftar yang tidak lolos karena kuota yang disediakan terbatas.
Akan tetapi, kata dia, siswa yang tidak lolos itu tidak bisa dipaksakan masuk ke sekolah-sekolah yang kekurangan siswa karena lokasinya bisa saja berjauhan, misalnya antara kawasan Pedurungan dan Gajahmungkur, Semarang.
"Misalnya, si A yang tinggal di daerah Pedurungan Semarang ternyata tidak lolos dalam PPD dan belum dapat sekolah. Apa bisa dipaksa masuk ke SD Petompon di kawasan Gajahmungkur? Jaraknya kan sangat jauh," katanya.
Oleh karena itu, ia mempersilakan SD-SD yang masih kekurangan siswa itu membuka pendaftaran susulan untuk menjaring anak-anak di daerah setempat yang belum mendapatkan sekolah, tetapi tidak diperbolehkan memungut biaya.
"Proses pendaftaran PPD kemarin kan tidak ada pungutan biaya, gratis. Kalau nanti ada sekolah yang mau buka pendaftaran susulan ya tidak boleh memungut biaya. Kami akan tetap awasi sekolah-sekolah itu," kata Bunyamin.
Pewarta: -
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.jpg)