
Selama Puasa, Warga Terima Dua Kali Jatah Raskin

Kepala Subag Pertanian Daerah, Bagian Perekonomian, Setda Kabupaten Boyolali, Sugita, di Boyolali, Selasa, mengatakan bahwa jatah raskin dua tahap tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga miskin sebagai dampak kenaikan harga BBM dan memasuki bulan puasa.
"Selain dampak harga BBM naik, juga menjelang puasa saat ini, harga-harga beberapa kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Sehingga, warga dengan raskin diharapakan dapat mengurangi pengeluaran untuk membelian beras," kata Sugita.
Ia menjelaskan penyaluran raskin bulan Juli ini, warga penerima mendapatkan jatah sebanyak 30 kilogram, yang terbagi dua tahap, yakni masing-masing sebanyak 15 kg.
"Raskin tahap pertama akan disalurkan pada tanggal 9--11 Juli dan kedua dijadwalkan 23--25 Juli," katanya.
Selain itu, warga penerima di Kabupaten Boyolali totalnya sebanyak 64.166 rumah tangga sasaran (RTS) pada bulan Juni juga menerima beras bersubsidi seharga Rp1.600 per kg itu, sebanyak dua tahap.
Hal tersebut, lanjut dia, merupakan kebijakan pemerintah pusat membantu warga miskin sebagai kompensasi dampak kenaikkan harga BBM beberapa waktu lalu.
"Warga penerima raskin selama dua bulan ini, masing-masing menerima jatah beras sebanyak dua kali per bulannya," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
