Logo Header Antaranews Jateng

PMII Unjuk Rasa Tolak BLSM

Jumat, 21 Juni 2013 16:41 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga menunjukan kartu dan uang seusai pembagian dana Program Keluarga Harapan (PKH) di halaman kantor Pos Indramayu, Jawa barat, Rabu (15/5). Pemerintah menyiapkan anggaran dari APBN-P untuk kompensasi kenaikan BBM berupa empat kompensas

Unjukrasa berlangsung di Perempatan Kowangan Temanggung, para mahasiswa membawa beberapa spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap program BLSM yang merupakan kompensasi dari kebijakan pemerintah menaikan harga BBM.

Setelah melakukan orasi secara bergantian, para mahasiswa hanya duduk-duduk melingkar di sebagian badan jalan.

Koordinator Aksi, Rozak, menilai BLSM tidak tepat sasaran. Berdasarkan perhitunga jumlah warga miskin di Indonesia mencapai 30 juta keluarga, namun yang menerima BLSM sebesar Rp150 ribu selama tiga bulan hanya sekitar 15 juta keluarga.

"Belum lagi data yang digunakan instansi pemerintah untuk pemberian bantuan langsung tunai yang sudah terlaksana pada tahun-tahun sebelumnya banyak yang tidak tepat, seperti ada yang sudah mati masih didata, ada yang mampu malah mendapat bantuan, dan di daerah tertentu ada yang dibagi rata," katanya.

Ia mengajak masyarakat melihat lebih jelas dari kepentingan kenaikan harga BBM, antara lain berdampak pada kenaikan harga sembako dan lainnya.

Ia menilai kenaikan harga BBM tersebut tidak tepat waktu. Kebijakan itu hanya momen politik para politisi yang bisa mengambil keuntungan dari kebijakan itu.

"BLSM hanya sebagai iming-iming agar harga BBM naik. Kami menolak BLSM yang tidak tepat sasaran dan hal itu sebagai pembodohan masyarakat," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026