
Jurnalis Batam Protes Sikap Agresif Oknum Polisi

"Polisi tidak boleh lagi menggunakan kekerasan saat mengamankan unjukrasa. Apalagi hingga menembakkan peluru tajam sehingga sejumlah pendemo dan wartawan yang melakukan peiputan terluka," kata Sekertaris Ikatan Jurnalis Televisi Indopnesia (IJTI) Kepulauan Riau, Agus Siswanto, saat menggelar unjukrasa di Simpang Jam Kota Batam.
Ia mengatakan, dalam demonstrasi di berbagai daerah, Senin (17/6), sejumlah pewarta menjadi koprban kekerasan oknum aparat pengamanan.
Tiga jurnalis yang celaka itu ialah Nugroho Kusumawan (Trans-7 di Jambi), Roby Kelerey (Mata Publik di Ternate) dan Suari (Buton Pos di Buton). Suari dianiaya oleh oknum Satpol PP di sana.
"Ia juga menyerukan agar insiden di tiga kota itu diusut tuntas agar tidak terulang lagi. Ini sudah kesekiankalinya kasus kekerasan menimpa wartawan," kata dia.
Sementara itu, sekjen AJI Kota Batam, Nikolas Panama, mengatakan, aksi oknum anggota Poplri tersebut sebagai bentuk teror bagi para wartawan.
"Ini bukan hanya kelalaian namun teror bagi para jurnalis," kata dia.
Pewarta: Antaranews
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
