
Industri Mebel Rumahan Harus Siap Hadapi Pasar Asean

"Salah satu hal prinsip yang harus diubah oleh setiap pengrajin mebel skala rumah tangga di Jepara, yakni kesiapannya memberikan jawaban waktu penyelesaian setiap pesanan mebel dari pembeli yang berasal dari luar negeri," ujarnya, ditemui usai penerimaan Pemkab Kudus atas kunjungan perwakilan pengusaha dari tujuh negara anggota ASEAN di Pendopo Kabupaten Jepara, di Jepara, Rabu.
Untuk mengubah hal tersebut, kata dia, Asmindo Pusat berencana kembali datang ke Jepara untuk mengundang semua pengusaha mebel di Japara untuk memberikan bekal kesiapan menghadapi AEC atau Masyarakat Ekonomi Asean.
"Kita akan merombak pola fikir mereka dan akan berupaya mendorong mereka untuk maju," ujarnya.
Persoalan tersebut, kata dia, bisa mempengaruhi pembeli untuk melakukan pemesanan produk mebel terhadap pengrajin mebel skala rumah tangga di Jepara.
Saat ini, lanjut dia, pembeli mebel dari luar negeri, lebih memilih perusahaan mebel yang sudah cukup mapan, karena perusahaan mebel skala rumah tangga sering tidak bisa memberikan jawaban pasti soal waktu penyelesaiannya.
Untuk menghadapi AEC nantinya, kata dia, semua pelaku usaha, khususnya mebel harus siap.
"Kami tidak ingin kasus keterlambatan seperti saat menghadapi perdagangan bebas Cina-ASEAN (CAFTA), kembali terulang," ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, kondisi ekonomi di Asia saat sedang naik, berbeda dengan kondisi ekonomi Eropa dan Amerika yang cenderung menurun.
Menurut dia, pangsa pasar mebel untuk ekspor maupun domestik harus dipersiapkan semuanya.
Sementara itu, Vice Chairman ASEAN Furniture Industries Council (AFIC), Jerry Tan yang ikut dalam rombongan tujuh negara yang tergabung dalam AFIC mengungkapkan, kedatangannya ke Jepara dalam rangka misi perdagangan dan ekonomi Asean.
Apalagi, lanjut dia, kerajinan mebel dan ukir dari Kabupaten Jepara sudah diakui dunia.
Dengan adanya kunjungan tersebut, dia berharap, nantinya ada yang tertarik menjalin kerja sama di bidang usaha mebel.
Sebanyak tujuh negara yang ikut dalam rombongan tersebut, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
