Logo Header Antaranews Jateng

Tekan Golput, KPU Gencar Sambangi Kampus

Senin, 27 Mei 2013 15:21 WIB
Image Print
(ANTARA/Andika Wahyu)

"Kampus dari segi jumlah dan pengaruh sangat strategis. Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan lebih baik dibanding dengan warga yang lain," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di sela-sela Seminar KPU Goes to Kampus di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin.

Dia mengatakan di Indonesia yang tidak kuliah lebih banyak daripada yang kuliah, tapi paling tidak mahasiswa akan dihargai dan didengar menjadi narasumber di keluarganya kalau tidak di lingkungannya, sehingga sosialisasi di kampus menjadi semacam mengembalikan ke khitahnya demokratisasi di Indonesia.

KPU, lanjut Husni, akan melakukan pendekatan yang semakin masif kepada kalangan terdidik. Sebelumnya, pada tahun 2012, KPU sudah melakukan sosialisasi di enam perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan selama tahun 2013 KPU akan mengunjungi 32 perguruan tinggi di Tanah Air.

Bahkan, tambahnya, pada tahun 2014, sosialisasi akan dilakukan lebih masif lagi dengan melibatkan daerah.

"Di tahun 2014 nanti kita akan menurunkan tingkat pengelolaan lebih dekat dengan mayoritas kampus yang ada di Indonesia. Kalau sekarang masih dikelola oleh KPU di Jakarta. Nanti akan dikelola oleh daerah. Nanti kita akan biayai. Jumlah mahasiswa itu kan jutaan akan kita dekati secara masif," kata Husni.

Ia mengatakan dipilihnya kampus sebagai tempat sosialisasi, karena kampus menjadi tempat berkumpulnya para pemilih rasional. "Ini memang dalam tanda kutip sarangnya pemilih rasional. Kalau saya kurang setuju dengan istilah golput untuk pemilih rasional. Mereka sebenarnya tahu pentinganya pemilu. Tapi mereka memilih tidak hadir karena barangkali pilihannya tidak tersedia. Dan kalau memilih dan tidak memilih karena rasionallitas maka sesungguhnya itulah pemilih yang mau dihasillkan. Kelompok seperti itulah yang justru ingin dihasilkan dari kegiatan sosialisasi yang masif ini," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026