
Pembebasan Lahan PLTU Batang Capai 95 Persen

Pimpinan PT Bhimasena Power Indonesia Ary Wibowo di Batang, Kamis, mengatakan bahwa selaku proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap Batang, PT BPI telah melakukan pembebasan lahan milik warga seluas sekitar 182,4 hektare.
"Kami optimistis pembebasan lahan PLTU, kami tergetkan selesai Juni mendatang. Selanjutnya, kami rencanakan peletakan batu pertama pembangunan PLTU pada Oktober 2013," katanya.
Ia mengatakan bahwa saat ini proses pelaksanaan proyek pembangunan PLTU sudah melewati kerangka acuan yang sesuai dengan aturan.
Proses kerangka acuan dan analisa mengenai dampak lingkungan itu, kata dia, dikawal oleh 18 pakar lingkungan berasal dari Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Ia mengatakan bahwa selain mendapatkan pengawalan dari pakar lingkungan, pembangunan PLTU Batang juga mendapatkan penghargaan dari Badan Keuangan Internasional (International Finance Corporation) sebagai persiapan proyek terbaik se-Asia Pasifik.
"Oleh karena itu, kami berharap pada semua pihak, terutama pada masyarakat Kabupaten Batang dapat memberikan dukungan kelancaran pembangunan PLTU karena nantinya proyek itu akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahateraan di daerah," katanya.
Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa PT BPI kembali melanjutkan pemberian bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) bidang pengembangan ekonomi pada masyarakat Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kamis.
"Pada kegiatan CSR itu, kami telah menyerahkan sarana produksi, yaitu sebuah traktor kepada Gapoktan Ujungnegoro," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
