Logo Header Antaranews Jateng

Waspadai Banjir Saat Pancaroba

Jumat, 12 April 2013 14:36 WIB
Image Print
Sejumlah petugas BASARNAS dan warga mengevakuasi korban banjir di Desa Jleper, Mijen, Demak, Jateng, Rabu (10/4). Akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan ribuan rumah di 4 desa terendam banjir setinggi 1 meter hingga 1,5 meter. (FOTO ANTARA/Andreas Fitr

"Puncak musim hujan, intensitas hujan selama satu bulan memang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan yang lain. Akan tetapi yang menyebabkan banjir bisa karena hujan lebat dalam intensitas singkat," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah Reni Kraningtyas di Semarang, Jumat.

Reni menjelaskan bahwa potensi hujan terjadi pada puncak musim hujan, musim hujan, dan pada saat musim pancaroba karena pada saat pancaroba umumnya terjadi hujan dengan intensitas lebat dalam durasi singkat.

"Masyarakat harus juga waspada banjir terjadi pada musim pancaroba, apalagi seperti saat ini yang disertai Badai Victoria di Samudera Indonesia," katanya.

Sejak tanggal 9 April, terjadi Badai Victoria di Samudera Indonesia, sehingga menambah intensitas curah hujan.

Untuk di daerah yang terkena banjir, lanjut Reni, disebabkan karena hujan lebat durasi singkat pada musim pancaroba juga terkena imbas dari Badai Victoria.

Reni menjelaskan Badai Victoria tersebut akan punah pada tanggal 13 April, tetapi setelah reda diprediksi masih bisa tumbuh lagi pada bulan April mengingat suhu permukaan laut saat ini masih hangat sekitar 29 derajat celcius. Suhu hangat tersebut memicu terbentuknya daerah tekanan rendah.

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah, terutama di bagian tengah, saat ini masih musim hujan karena diperkirakan musim kemarau baru terjadi pada akhir Mei 2013, kecuali untuk daerah Jateng bagian timur yang saat ini sudah memasuki musim pancaroba.

"Umumnya kemarau terjadi pada Mei, tetapi daerah sekitar pegunungan Slamet musim kemaraunya baru bulan Juni," katanya.

Reni menambahkan selain banjir, selama musim pancaroba masyarakat juga harus mewaspadai terjadinya hujan lebat, angin puting beliung, dan petir.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026